Benarkah Rajin Ejakulasi Turunkan Risiko Kena Kanker Prostat?

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Jumat, 9 Agustus 2019

Indolinear.com, Jakarta – Beberapa studi memaparkan, rajin ejakulasi bisa menurunkan risiko kanker prostat. Salah satu studi yang pernah dilaporkan yakni pada 2003 dan 2004.

Hasil studi memaparkan pria yang aktif secara seksual dengan frekuensi ejakulasi tinggi terlindungi dari risiko kanker prostat. Lantas apakah ejakulasi bisa menurunkan risiko kanker prostat?

“Ejakulasi menurunkan kanker prostat ya memang ada beberapa jurnal yang menulis soal itu. Tapi belum banyak jurnal yang meneliti soal itu,” kata ahli urologi Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid saat ditemui di RSCM Kencana Jakarta, dilansir dari Liputan6.com (08/08/2019).

Namun, studi yang sudah ada, lanjut Rizal, belum sepenuhnya dapat dibuktikan kebenarannya. Ia mempertanyakan, mengumpulkan partisipan pria untuk meneliti ejakulasi dan pengaruh terhadap risiko kanker prostat terbilang sulit.

“Ya, sulit untuk melakukan penelitian itu. Kita kan juga harus memantau dalam rentang waktu tertentu perkembangannya seperti apa. Lalu diminta ejakulasi berapa kali, saya pikir, ini (penelitian) memang sulit,” lanjut dokter yang berpraktik di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Penyebab Tidak Diketahui

Rizal meragukan ejakulasi untuk menurunkan kanker prostat. Ini juga dikarenakan sampai saat ini tidak diketahui penyebab pasti kanker prostat.

“Kalau misalnya ada penelitian yang bilang harus 10 kali ejakulasi dalam sebulan untuk menurunkan kanker prostat itu perlu diteliti lagi. Karena sampai saat ini kita saja enggak tahu penyebab kanker prostat,” ujarnya.

Apalagi saat ada studi yang menulis, penurunan risiko kanker prostat karena ada zat karsinogenik yang keluar pada pria yang ejakulasi.

“Nah itu, dia berhubungan dengan zat karsinogenik itu yang mana dulu (jenis). Itu seperti teori, yang mana perlu dibuktikan,” Rizal melanjutkan.

Ejakulasi 21 Kali atau Lebih Sebulan

Editor in Chief of Harvard Medical School’s Annual Report on Prostate Diseases, Marc Garnick pernah menulis, ada 29.342 pria berusia antara 46 dan 81 melaporkan jumlah rata-rata ejakulasi per bulan saat mereka berada pada usia dewasa muda (20-29 tahun), di usia paruh baya (40-49 tahun), dan dalam beberapa tahun terakhir.

Peserta studi memberikan data kesehatan seksual dan gaya hidup yang komprehensif setiap dua tahun dari 1992 hingga 2000. Para ilmuwan menemukan, pria yang ejakulasi 21 kali atau lebih dalam sebulan berisiko 33 persen lebih rendah terkena kanker prostat dibandingkan dengan pria yang melaporkan 4-7 kali ejakulasi dalam sebulan.

Sebuah penelitian di Australia terhadap 2.338 pria mencapai kesimpulan, pria yang rata-rata 4,6 hingga tujuh ejakulasi per minggu, 36 persen lebih kecil kemungkinannya didiagnosis dengan kanker prostat sebelum usia 70 tahun dibandingkan pria yang ejakulasi rata-rata kurang dari 2,3 kali seminggu.

“Sayangnya, studi ini tidak menemukan hubungan antara kanker prostat. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki kemungkinan mekanisme perlindungan ejakulasi terhadap kanker prostat,” tulis Marc. (Uli)

INDOLINEAR.TV