Benarkah Pengguna Ninja Jepang Pertama Adalah Pangeran Shotoku Taishi?

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 18 Mei 2020

Indolinear.com, Tokyo – Menarik perhatian saat kita menelusuri sejarah Ninja. Ada di tahun berapa dan siapa yang menggunakan Ninja pertama kali di Jepang?

Dari penelusuran berbagai buku sejarah Ninja oleh Tribunnews.com ditemukan ternyata Pangeran Shotoku Taishi (574-622) adalah orang pertama yang menggunakan jasa Ninja di Jepang.

Lalu kalau ditelusuri sumber lainnya, kata Ninja sebenarnya baru ada di jaman Muromachi yang dimulai tahun 1336.

Lalu mana yang benar, kapan Ninja itu ada sebenarnya?

“Ninja memang benar mulai ada sejak jaman Muromachi, khususnya penggunaan nama Ninja. Sedangkan sebelum itu biasanya disebut bukan Ninja tetapi Kanchou atau Spy (mata-mata) yang fungsi dan kerjanya mirip dengan Ninja juga,” papar Ninja terakhir Jepang Jinichi Kawakami, dilansir dari Tribunnews.com (16/05/2020).

Sementara Ninja atau Shinobi memiliki beberapa peran, termasuk mata-mata (kanchō), scout atau pengintai (teisatsu), penyerang kejutan (kishu), dan agitator (konran).

Lalu siapa sebenarnya Pangeran Shotoku Taishi?

Shotoku Taishi (574-622) adalah putra mahkota di Jepang kuno. Dia tidak menjadi kaisar, hidupnya berakhir sebagai bupati suatu daerah yang sebenarnya dikuasai permaisuri, bibinya sendiri.

Setiap buku pelajaran sejarah sekolah Jepang menyebut dia sebagai politisi yang mengagumkan, sangat pintar yang mendirikan yayasan yang kokoh. untuk pengadilan kekaisaran untuk memerintah Jepang setelahnya.

Dia adalah orang yang menyebut Jepang “negara matahari terbit” dan China disebutnya sebagai “negara matahari terbenam,” dan dia juga yang membuat konstitusi pertama untuk Jepang dan menetapkan dua belas peringkat resmi di pengadilan.

Pangeran ini adalah pendukung kuat Ajaran Buddha dan memulai praktik pengiriman kedutaan besar kekaisaran ke China.

Wajahnya dicetak di dalam uang yen dari tahun 1930-1984, dan hampir semua orang Jepang tahu nama dan wajahnya.

Di sisi lain, banyak fakta tentang kehidupannya direkam bertahun-tahun setelah dia meninggal, dan itu termasuk banyak episode legendaris, membuat keberadaannya sangat misterius. Namun beberapa sejarawan mendiskreditkan keakuratan tentang semua pencapaiannya.

Kuil Ikaruga adalah kuil Buddha yang sangat tua yang terletak di kota Taishi di perfektur Hyogo. Sejarah kuil mengatakan bahwa kuil itu didirikan oleh Shotoku Taishi. Di sini, mereka menyimpan sesuatu yang disebut “Chichuseki,” yang secara harfiah berarti sebuah batu di Bumi sebagai harta karun kuil.

Chichuseki sebenarnya bukan baru, tidak terbuat dari batu, tetapi merupakan produk campuran dari plester dan lem yang terbuat dari rumput laut. Teknik pembuatan bartu yang dinamakan Chikusei dari semacam semen dengan mencampurkan plester dan lem rumput laut unik tersebut di Jepang dan dikembangkan pada abad ke-15.

Mengapa disebut harta karun? Karena jaman Pangeran Shotoku Taishi mempercayai bola dunia ini awalnya berasal dari Chikuseki, gabungan berbagai zat dan rumput laut yang akhirnya membentuk bola dunia. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya