Benarkah Empat Perairan Ini Lebih Mengerikan dari Segitiga Bermuda?

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Rabu, 17 Juli 2019
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com, Jakarta – Banyak orang menilai, keangkeran Segitiga Bermuda adalah kisah masa lalu. Namun, nama tersebut kembali dihidupkan kembali, meski tak merujuk pada lokasi aslinya di wilayah perairan yang menghubungkan tiga titik: Bermuda, Puerto Rico, dan Miami di Amerika Serikat.

Konon, “Segitiga Bermuda baru” telah muncul. Lokasinya ada di wilayah laut di Indo Pasifik, tak jauh dari Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Rahul Khanna yang menjabat sebagai Global Head of Marine Risk Consulting Allianz.

Ia memaparkan bahwa julukan Segitiga Bermuda baru di wilayah maritim Indo Pasifik itu terkait sejumlah kecelakaan maritim yang terjadi di sana sepanjang 2017 hingga awal 2018 ini.

Sejumlah pegiat kemaritiman menggambarkan Segitiga Bermuda baru itu berada dalam kawasan maritim yang menghubungkan tiga titik, yakni Laut Andaman di Samudera Hindia, Laut Maluku, hingga Laut Jepang Utara.

“Telah banyak yang menyebut bahwa kawasan yang luas itu sebagai Segitiga Bermuda baru,” kata Khanna.

“Mungkin penyebutan itu terlalu berlebihan, namun jelas kawasan maritim itu merupakan salah satu lokasi di mana insiden perkapalan kerap terjadi. Tak hanya sibuk, kawasan tersebut juga rentan akan cuaca buruk. Dan, menurut pandangan saya, kawasan itu kerap kali tidak menerapkan standar keamanan pelayaran sesuai dengan regulasi internasional,” tambahnya.

Namun, tak hanya kawasan Indo Pasifik yang dikenal angker di kalangan para pelaut. Lima perairan yang ada di seluruh dunia yang konon tak kalah menakutkan dari Segitiga Bermuda.

Wilayah mana sajakah yang tak kalah angker dari Segitiga Bermuda? Berikut 4 di antaranya, seperti Dikutip dari Liputan6.com (16/07/2019):

  1. Laut Karibia, Pasifik

Pesawat yang membawa jutawan fashion Italia, Vittorio Missoni dan lima orang lainnya hilang saat melintasi Laut Karibia. Penyebabnya masih misterius, ada yang menduga itu akibat kegagalan mesin, hingga diduga mereka diculik oleh para penyelundup obat-obatan terlarang.

Di tengah ketidakjelasan itu, muncul teori baru: pesawat beserta seluruh penumpangnya menjadi korban dari “Kutukan Los Roques”, fenomena yang dikait-kaitkan dengan Segitiga Bermuda. Demikian dilaporkan media Inggris, The Guardian.

Pesawat nahas itu diketahui terbang 140 kilometer dari sebuah resor di kepulauan Los Roques ke Caracas, Venezuela, Jumat lalu, saat ia kemudian dinyatakan hilang. Posisinya saat lenyap ada di lautan terbuka.

Ini bukan kali pertamanya pesawat hilang di kawasan tersebut. Setidaknya 15 pesawat lain dilaporkan mengalami kondisi gawat, jatuh, atau menghilang sejak tahun 1990-an.

Pada 2008 lalu, misalnya, 14 orang dinyatakan tewas ketika pesawat yang mereka tumpangi menghilang saat menempuh rute yang sama dari Los Roques. Tak ada serpihan pesawat yang pernah ditemukan, dan hanya satu jasad yang berhasil dievakuasi. Demikian ungkap VolarenVenezuela, situs penerbangan sipil di Venezuela.

Sejumlah orang mengklaim, musibah itu adalah akibat dari gas metan dalam jumlah luar biasa yang dilepaskan dari dasar laut. Lainnya menawarkan teori aneh, tanpa dasar, bahwa penyebabnya mungkin alien dari luar angkasa yang bersembunyi di balik ombak. Bahkan ada yang menyebut, jiwa-jiwa dari peradaban Atlantis yang hilang ditelan ombak, ikut andil dalam musibah itu.

  1. Segitiga Formosa, Taiwan

Sejumlah julukan mengerikan — Laut Iblis (Devil’s Sea), Segitiga Naga (Dragon Triangle), atau Segitiga Formosa — merujuk pada area Samudra Pasifik yang penuh dengan kejadian aneh.

Terletak di lepas pantai Jepang dan Filipina, perairan itu konon menjadi lokasi sejumlah fenomena yang tak dapat dijelaskan — termasuk anomali magnetik, cahaya, dan objek misterius.

Sejumlah insiden penghilangan misterius menambah keangkerannya. Area tersebut bahkan dianggap berbahaya oleh otoritas perikanan Jepang.

Konon, pada tahun 1952, pemerintah Jepang mengirimkan sebuah kapal penelitian, Kaiyo Maru No. 5, untuk menyelidiki misteri Segitiga Formosa.

Namun, bahtera tersebut, juga 31 awaknya tak pernah kembali. Mereka raib entah ke mana.

Legenda lainnya menyebutkan, Segitiga Formosa menjadi faktor yang menggagalkan upaya Kubilai Khan untuk menyerang Jepang.

Penguasa Mongolia sekaligus pendiri Dinasti Yuan Tiongkok kehilangan 40.000 tentara saat menyeberangi Laut Iblis.

Seperti halnya Segitiga Bermuda, sejumlah teori untuk menjelaskan fenomena misterius bermunculan. Dari alien, gerbang ke alam semesta paralel, bahkan mengaitkannya dengan benua Atlantis yang hilang.

Sejumlah pihak mengaitkan hal-hal tersebut dengan aktivitas vulkanik yang tinggi di wilayah tersebut.

  1. Segitiga Danau Michigan, AS – Kanada

Seperti halnya Segitiga Bermuda, ‘Segitiga Michigan’ adalah titik imajiner yang menghubungkan Benton Harbor, Ludington, dan Manitowoc.

Meski bukti-bukti kecelakaan pesawat Northwestern Airlines 2501 di Danau Michigan mengarah pada cuaca buruk dan kesalahan mekanis, beberapa orang menduga tragedi itu terkait hal-hal supranatural.

Berdasarkan buku ‘Weird Michigan’ atau ‘Keanehan di Michigan’ karya penulis asal Wisconsin, Linda Godfrey, penerbangan 2501 celaka di wilayah Segitiga Michigan.

Menurut buku itu, seperti Segitiga Bermuda, anomali Segitiga Michigan menyebabkan banyak kapal dan pesawat celaka dan menghilang. Kompas dan sistem navigasi juga tak berfungsi di wilayah tersebut, belum lagi keanehan-keanehan yang lain.

“Banyak cerita aneh tentang kehilangan misterius, kejadian-kejadian aneh ketika wakti seakan melambat atau berlalu dengan cepat. Juga munculnya mahluk-mahluk aneh,” seperti tertulis dalam buku tersebut, yang dimuat laman berita Michigan, Herald Palladium.

Yang paling terkenal adalah insiden menghilangnya kapten kapal barang OM McFarland pada April 1937.

Kapten kapal yang diketahui bernama George Donner menghilang dari kabinnya dalam perjalanan mengangkut batu bara dari Erie ke Port Washington.

Sebelum beristirahat, Donner berpesan pada kru, untuk membangunkannya saat kapal mendekati tujuan. Namun, ketika salah satu awak kapal melaksanakan perintah sang kapten, nakhoda itu menghilang dalam kondisi pintu kabin dikunci dari dalam.

“Awak kapal melakukan pencarian secara menyeluruh, namun sia-sia, kapten kapal itu menghilang selamanya.”

Tak pernah diketahui apa yang menyebabkan Donner lenyap. Tragisnya, dia hilang tepat di hari ulang tahunnya ke-58. Orang-orang yang percaya, keberadaan Segitiga Michigan yakin, Donner hilang di wilayah itu.

  1. Danau Poyang, China

Dulu, Danau Poyang adalah telaga air tawar terbesar di China. Luasnya dua kali ukuran kota London. Sejarah bahkan mencatat, salah satu pertempuran di perairan terbesar pernah terjadi di sana pada tahun 1363, di akhir Dinasti Yuan. Ribuan tewas kala itu.

Sebelum akhirnya mengering, Danau Poyang memiliki reputasi mengerikan. Sebagai ‘kuburan’ kapal.

Dari awal 1960-an sampai akhir 1980-an, lebih dari 200 kapal karam di perairannya yang dianggap ‘misterius’ kala itu. Membuatnya dijuluki ‘Segitiga Bermuda China’.

Lebih banyak lagi kapal tenggelam setelahnya, membuat lebih dari 1.600 orang hilang, 30 lainnya yang berhasil selamat konon menjadi tak waras.

Menurut badan maritim setempat, kapal-kapal besar dengan muatan hingga seberat 2.000 ton pernah tenggelam di Danau Poyang.

Bahkan pada 3 Agustus 1985, ada 13 kapal yang hilang pada satu hari. Tanpa bekas. Peristiwa yang sangat langka dalam sejarah maritim.

Para ilmuwan telah mencoba untuk mengungkap misteri Danau Poyang selama bertahun-tahun, tetapi tidak ada penyelidikan yang telah menghasilkan kesimpulan yang konkret.

Tak kurang dari para ahli perairan dalam dari Nanjing Institute of Geography and Limnology mengeksplorasi dan menginvestigasi Poyang. Jiahu Jiang, salah satu peneliti di sana mengatakan, tak masuk akal bahwa tak ada puing kapal dan jasad korban yang pernah ditemukan di bawah air, selama ekspedisi yang mereka lakukan.

Jiang juga menambahkan, tentara Jepang yang menginvasi China selama Perang Dunia II juga mengalami celaka di danau itu. Pada 16 April 1945, kapal kargo Jepang yang mengangkut harta karun dan benda antik yang dirampas dari rakyat Tiongkok karam di sana. Total berat 2.000 ton.

Kapal itu raib dan tak ada awak yang selamat dari tragedi. Setelah menerima kabar tragis itu, militer Jepang memerintahkan personel angkatan laut di dekatnya untuk menyelamatkan kapal dan isinya. Dari semua penyelam yang dikirim, hanya satu yang bisa kembali ke permukaan.

Salah satu upaya penjelasan ilmiah mengaitkannya dengan faktor makhluk air besar. Misal, lumba-lumba air tawar yang ada di Sungai Yangtze dan Danau Poyang. Hewan itu mungkin bisa membalik. Namun, fakta membuktikan, lumba-lumba tidak cukup kuat untuk membalik kapal dengan berat puluhan atau ribuan ton.

Sementara, seorang ahli lokal mengaku menemukan penyebab mengapa perairan tersebut mematikan. “Gambar inframerah menunjukkan, ada wilayah pasir raksasa (sandbank) di bawah perairan Kuil Laoye. Panjangnya sekitar 6.600 kaki atau 2.011 meter membentang dari timur ke barat,” kata dia.

Pasir ini menghalangi aliran air dan menciptakan pusaran air di bawah danau. “Amat mungkin pusaran itu menenggelamkan kapal,” tambah dia. Namun, teori tersebut belum bisa menjelaskan mengapa bangkai kapal-kapal itu tak ditemukan. (Uli)