Benarkah Air Bekas Rebusan Mie Instan Berbahaya? begini Kata Ahli Gizi

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Selasa, 17 Agustus 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Mie instan merupakan salah satu makanan yang mudah dimasak dan menjadi favorit sebagian orang di seluruh dunia.

Ada beberapa macam mie instan, mulai dari yang memakai kuah hingga yang diolah sehingga mirip dengan mie goreng, dilansir dari Dream.co.id (16/08/2021).

Berbahayakah Mengonsumsi Mie Instan Mentah? Ini Faktanya

Namun di balik kelezatan mie instan, sebagian masih takut dengan air bekas rebusan mie instan yang dianggap berbahaya bagi kesehatan.

Air bekas rebusan mie instan dipercaya memiliki kandungan lilin yang dapat meracuni tubuh. Namun sejauh mana kebenarannya?

Seorang pakar zat makanan asal Indonesia, Dr Marudut, membantah kalau air bekas rebusan mie instan berbahaya karena mengandung lilin.

Dia justru mengatakan bahwa air rebusan mie instan itu mengandung zat seperti seng dan asam folat.

Dr Marudut menyarankan agar saat menghidangkan mie instan ditambahkan sayuran atau irisan ayam agar masakan lebih sehat dan bergizi.

Sedangkan untuk warna air rebusan mie instan yang berubah, tidak bisa dipungkiri terlihat keruh dan sedikit kuning saat mie direbus.

Produksi warna tersebut berasal dari kebanyakan mie instan yang memiliki warna kuning dan putih.

Meski ada perubahan warna pada air rebusan, hal ini tidak berbahaya. Kita bisa memakannya seperti biasa tanpa harus mengganti air rebusan dengan yang baru.

Sedangkan menurut ahli gizi Tan Shot Yen tidak ada cara khusus untuk memasak mie instan dan tidak perlu mengganti air rebusan dengan yang baru.

Menurutnya, jika air rebusan dianggap berbahaya, maka mie instannya justru lebih berbahaya bagi tubuh.

Ia menambahkan, mie instan merupakan produk olahan yang sangat berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan tanpa terkendali.

Meski menjadi favorit banyak orang, tidak dianjurkan mengonsumsi mie instan sebagai makanan rutin untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. (Uli)