Benarkah Ada Black Hole di Tata Surya Kita?

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Minggu, 6 Oktober 2019

Indolinear.com, Jakarta – Di ujung tata surya kita, beberapa objek tak dikenal mengganggu orbit dari sebuah bingkahan es ketika mengelilingi matahari. Orbit bongkahan-bongkahan ini semuanya menuju arah yang sama dengan kemiringan yang sama pula. Hal ini menunjukkan bahwa ada satu tarikan yang menggiringnya.

Nah, para ilmuwan berpendapat bahwa pelakunya adalah Planet 9, atau seringkali disebut Planet X. Ini adalah sebuah planet misterius di sisi terluar tata surya kita, di mana planet ini juga mengelilingi matahari.

Namun sebuah penelitian menunjukkan bahwa tarikan gravitasi ini bisa juga berasal dari sebuah lubang hitam purba, yang ukurannya kecil dan disebut muncul sebagai dampak ledakan Big Bang.

Para ilmuwan menyebut, meski belum terkonfirmasi, lubang hitam semacam ini membentuk 80 persen alam semesta, dan tidak bisa dilihat kasat mata. Mereka mengetahui bahwa “meteri gelap” ini ada di alam semesta, karena tarikan gravitasinya selalu menarik benda-benda di seluruh alam semesta.

Melansir dari Merdeka.com (05/10/2019), Planet Nine adalah salah satu lubang hitam purba ini.

Planet Nine

Pengorbitan benda-benda angkasa seperti bongkahan es tersebut, bukanlah hal baru. Para astronom menyebutnya Sabuk Kuiper atau Kuiper Belt. Sejak 2016 lalu, simulasi komputer dan model matematika mengungkap bahwa orbitnya menuju ke Planet Nine.

Disebut kala itu oleh para imuwan bahwa tarikan gravitasi Planet Nine sangat besar, sehingga diperkirakan planet ini memiliki hingga 10 kali massa Bumi.

Planet 9 sendiri mengorbit ke matahari pada jarak yang 20 kali lebih jauh ketimbang Neptunus, hingga diperlukan 10 ribu hingga 20 ribu tahun untuk satu kali putaran. Seperti yang kita tahu, Bumi butuh satu tahun, dan Pluto butuh 248 tahun.

Bukan Planet, Namun Lubang Hitam

Untuk studi ini, para peneliti melihat data pada enam buah objek Sabuk Kuiper, yang orbitnya aneh. Hal ini diketahui dari pengamatan jalan cahaya ke objek tersebut yang bengkok karena suatu objek.

Fenomena ini akhirnya disimpulkan akibat dari campur tangan benda-benda yang tak diketahui apa, namun dengan massa yang sama. Jadi, lubang hitam bisa jadi penyebabnya.

Menurut studi pula, lubang hitam ini mungkin bereukuran sangat kecil kira-kira sebsar bola bowling, namun dengan massa 10 kali Bumi. Atau bisa jadi terdiri dari banyak lubang hitam, namun dengan massa yang lebih kecil.

Para ilmuwan pun, salah satunya James Unwin yang merupakan fisikawan teoretis, mengusulkan bahwa lubang hitam ini harus segera dicari tidak dengan cahaya, namun dengan sinar gamma atau kosmik.

Jika para ilmuwan bisa menemukannya, bisa ditentukan secara pasti apakah Planet 9 ini lubang hitam atau bukan. Caranya adalah dengan mencari sumber radiasi bergerak seperti sinar-x, sinar gamma, dan lainnya. Biasanya, ini adalah karakteristik lubang hitam.

Jika sinyal ini terdeteksi benar, berarti di tata surya kita terdapat black hole. (Uli)