Beli Kulkas Secara Online, Pria Ini Kaget Temukan Uang Rp1,3 Miliar

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 14 Agustus 2021
loading...

Indolinear.com, Seoul –  Seorang pria di Korea Selatan kaget bukan main. Mendadak dia jadi kaya.

Pria itu beruntung setelah membeli sebuah lemari es (kulkas) bekas.

Pasalnya, pria tersebut menemukan uang tunai senilai 100 juta won atau setara Rp 1,3 miliar di dalamnya.

Lemari es tersebut dibeli oleh pria tersebut secara online.

Seperti dikutip dari Tribunnews.com (13/08/2021), Tuan A, seorang warga lokal membeli lemari es bekas dari perusahaan di Jongno-gu, Seoul.

a pun sangat terkejut ketika membuka lemari es barunya tersebut dan menemukan 2.200 lembar uang kertas 50.000 won dengan total 100 juta won.

Karena lemari es itu merupakan barang bekas, barang tersebut datang tak bersama boks melainkan hanya dilapisi dengan plastik.

Terkait penemuan tersebut, Tuan A melaporkan uang tersebut ke pihak kepolisian.

Dia takut menyembunyikan temuan uang itu.

Pihak kepolisian mengungkapkan tengah melangsungkan investigasi terhadap perusahaan, jasa pengangkutan dan pembeli yang terlibat dengan memeriksa rekaman CCTV.

Namun, sumber dari uang tunai tersebut masih belum bisa dikonfirmasikan.

Saat ini uang tersebut tengah berada dalam penyimpanan polisi.

Jika ternyata memiliki hubungan dengan kejahatan, maka uang itu akan menjadi milik negara berkaitan dengan Undang-Undang tentang Pengaturan dan Hukuman Penyembunyian Pidana.

Tetapi jika uang itu diakui sebagai barang hilang yang tak terkait dengan kejahatan, pemiliknya memiliki waktu enam bulan untuk mengklaim.

Namun jika tak ada yang mengklaim maka pria yang pertama menemukannya, yaitu Tuan A, menjadi pemiliknya.

Meski begitu, ia harus membayar pajak sebesar 22 persen atas penemuan tersebut.

Sedangkan jika pemilik uang ditemukan, Tuan A akan mendapatkan kompensasi sekitar 5 hingga 10 persen.

Tetapi jika Tuan A tak mengambil uang tersebut selama tiga bulan, setelah enam bulan pertama lewat, maka uang itu akan dikembalikan ke penyimpanan nasional. (Uli)