Belanda Menyediakan Bank Donor Tinja Demi Atasi Penyakit Usus

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Kamis, 18 Februari 2016
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com – Bank Donor Tinja dibuka di Kota Leiden, Belanda, pekan ini. Layanan itu mengharapkan warga mendonorkan tinja mereka demi mengatasi berjangkitnya bakteri colostridium difficile yang kerap memicu infeksi usus besar.

Tinja yang dikumpulkan dari pendonor dewasa yang sehat itu nantinya disuntikkan ke dalam tubuh penderita infeksi. Layanan ini dikelola oleh Pusat Medis Universitas Leiden (LUMC) demi memberantas penyakit infeksi usus yang menjangkit lebih dari 3 ribu orang saban tahun.

Tanpa obat mujarab, yang perlu dihasilkan dari transplantasi feses, dikhawatirkan 5 persen penderita akan selalu terjangkit penyakit yang sama.

“Efektivitas transplantasi feses pada infeksi usus sudah terbukti pada 2013. Sehingga metode ini banyak dipakai di pelbagai negara,” kata Ed Kuijper, Profesor LUMC.

Nantinya, layanan donor tinja di Leiden bisa diakses oleh rumah sakit atau dokter-dokter yang ingin mengobati infeksi usus besar. LUMC sekaligus menggelar pelatihan agar pekerja medis dapat menjalankan operasi transplantasi feses.

Sekilas, donor tinja terkesan menjijikkan. Namun, seperti donor sperma atau donor darah, Kuijper menjamin teknik pengobatan ini sangat aman bagi penderita infeksi usus besar.

“Pengobatan ini terdengar aneh, tapi lama-lama saya yakin masyarakat akan biasa,” tandasnya.

Transplantasi atau suntik tinja bukan metode ilmiah yang sepenuhnya baru. pada 2014, Organisasi Human Food Project dari Amerika Serikat mengampanyekan isu ini. Hasil pembuangan manusia ini bisa dimanfaatkan buat menambah daya tubuh.

Surat kabar the New York Times juga pernah melansir laporan penemuan pil tinja oleh Rumah Sakit Umum Massachussets, Amerika Serikat.

Obat itu, mengandung kotoran manusia, digunakan untuk mengurangi rasa sakit buat pasien penderita Clostridium difficile, infeksi bakteri.

Elizabeth Hohmann, dokter di RS Massachussets menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus, mikroba dalam tinja memang diperlukan sejumlah pasien. (uli) 

Sumber: Merdeka.com

loading...