Bekasi Mengeluarkan Kebijakan Isolasi Warganya Hingga 14 Hari

FOTO: okezone.com/indolinear.com
Selasa, 31 Maret 2020
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Beberapa wilayah termasuk DKI Jakarta pada Senin 30 Maret 2020 kemungkinan besar akan diberlakukan lockdown lokal seiring dengan meningkatnya penyebaran virus corona atau Covid-19.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi lebih memilih memakai isolasi kemanusiaan. Itu sesuai dengan surat edaran nomor 440/2301/Dinkes tentang isolasi kemanusiaan terhadap warga Kota Bekasi dalam upaya penyebaran virus corona (Covid 19).

Surat edaran itu berisikan imbauan agara masyarakat tetap beraktifitas di rumah selama 14 hari tidak bepergian sebagai upaya pencegahan penyebaran covid 19.

Surat edaran itu juga bernarasikan bila ada keluarga atau saudara datang dari daerah atau luar negeri, masyarakat tidak perlu mendatangi puskesmas. Mereka cukup dengan menghubungi petugas puskesmas terdekat atau layanan tercepat atau juga petugas klinik atau bidan.

Surat edaran tersebut tidak spesifik membatasi warga yang datang ke Kota Bekasi atau sebaliknya warga Kota Bekasi tidak membatasi keluar Kota Bekasi.

“Pengertian lockdown itu antar negara, kalau kota mah bahasanya isolasi saja,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, dilansir dari Okezone.com (30/03/2020).

Diketahui, hingga Minggu (28/3/2020) pagi, jumlah warga yang positif Covid-19 di Kota Bekasi sudah mencapai 30 orang.

Data lonjakan di Kota Bekasi terupdate Sabtu (28/3/2020) pukul 23.25 WIB, warga positif terinfeksi virus corona sebanyak 30 orang, Pasien Dalam Pemantauan (PDP) 117 orang dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) 241 orang yang tersebar di 12 kecamatan.

Adapaun rincian ODP dari 241 orang, sebanyak 187 masih dalam proses pemantauan dan 54 selesai pemantauan. Sedangkan untuk PDP dari 117 orang sebanyak 104 orang masih dirawat dan 13 orang dinyatakan sehat dan pulang ke rumahnya masing-masing.

Sedangkan 30 pasien positif terinfeksi corona masih menjalani isolasi atau karantina di rumah sakit rujukan pemerintah wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Satu di antara pasien positif dinyatakan sembuh dan sudah pulang. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: