Begini Rupanya Caranya Biar Motor Irit Bahan Bakar

Jumat, 3 Desember 2021

Indolinear.com, Jakarta – Mengendarai motor, saat ini tidak hanya dilihat dari performa tapi juga keiritan bahan bakar. Bahkan, bagi pengguna roda dua sehari-hari, ketika jarang mampir ke SPBU, menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, dan hal tersebut disadari betul oleh banyak pabrikan kuda besi Tanah Air.

Salah satunya, adalah PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), yang mengandalkan mesin Blue Core dengan tekonologi Variable Valve Actuation (VVA) untuk beberapa line-up skuter matik (skutik).

Dengan teknologi ini, dan adopsi dari teknologi Forged Piston dan DiASil Cylinder yang membuat komponen mesin menjadi lebih awet, kuat, ringan, dan minim gesekan sehingga pelepasan panas pun juga menjadi lebih baik.

Namun jika berbicara soal keiritan dalam berkendara, selain faktor teknologi mesin yang dimiliki motor, sebenarnya ada beberapa faktor lainya yang ikut mempengaruhi. Seperti kondisi sepeda motor, gaya berkendara, beban yang ditopang, hingga jalur atau rute yang dilewati.

Penting bagi seorang pengendara untuk memahami hal-hal tersebut, karena dengan berkendara irit atau eco riding, setidaknya pengguna motor yang memiliki mobilitas tinggi dapat meminimalisir pengeluaran biaya operasional.

Agar lebih jelas terkait cara berkendara yang efisien bahan bakar, simak tips dari Yamaha berikut ini yang dilansir dari liputan6.com (01/12/2021):

  1. Pastikan Kondisi Motor Prima

Kondisi motor yang prima menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang keiritan berkendara. Sebelum berkendara pastikan motor dalam kondisi baik.

Cek tekanan ban dalam kondisi normal. Karena apabila ban kekurangan angin, maka tarikan motor menjadi berat dan ini membuat konsumsi bensin menjadi lebih boros.

Tidak hanya itu, perawatan berkala seperti penggantian oli dan membersihkan filter udara juga perlu dilakukan untuk menjaga tarikan motor tetap optimal sehingga konsumsi bahan bakar tidak boros.

  1. Pengoperasian Motor yang Baik

Selain kondisi motor yang prima, hal lain yang perlu diperhatikan dalam menjaga ke iritan bensin adalah cara berkendara.

Semakin agresif gaya berkendara rider dengan bukaan gas dan pengoperasian rem yang tidak teratur akan membuat bensin motor menjadi boros.

Oleh karena itu, perlu cara berkendara yang halus dalam hal pengoperasian motor, seperti membuka gas perlahan dan menjaga kecepatan tetap konstan selama mungkin.

Lalu, tidak melakukan pengereman secara mendadak (terkecuali emergency) sehingga suplai bensin yang dialirkan ke ruang bakar menjadi lebih terukur dan irit.

  1. Membawa Barang Sesuai Kapasitas

Satu hal lain yang perlu diperhatikan untuk menjaga keiritan bensin adalah dengan tidak membawa barang yang melebihi kapasitas (overload) daya angkut motor.

Biasanya saat hendak touring, motor kerap dipasangi dengan touring box pada sisi kanan, kiri dan belakang body motor untuk menaruh barang tanpa mengindahkan kemampuan daya angkut motor yang berujung pada kelebih beban.

Karena dengan kondisi overload, selain membuat kinerja mesin menjadi berat yang berimbas pada borosnya bensin, kondisi ini turut pula membahayakan bagi pengendara karena dapat menghilangkan keseimbangan motor terutama saat sedang bermanuver. (Uli)

Indolinear.com, Jakarta – Mengendarai motor, saat ini tidak hanya dilihat dari performa tapi juga keiritan bahan bakar. Bahkan, bagi pengguna roda dua sehari-hari, ketika jarang mampir ke SPBU, menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, dan hal tersebut disadari betul oleh banyak pabrikan kuda besi Tanah Air.

Salah satunya, adalah PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), yang mengandalkan mesin Blue Core dengan tekonologi Variable Valve Actuation (VVA) untuk beberapa line-up skuter matik (skutik).

Dengan teknologi ini, dan adopsi dari teknologi Forged Piston dan DiASil Cylinder yang membuat komponen mesin menjadi lebih awet, kuat, ringan, dan minim gesekan sehingga pelepasan panas pun juga menjadi lebih baik.

Namun jika berbicara soal keiritan dalam berkendara, selain faktor teknologi mesin yang dimiliki motor, sebenarnya ada beberapa faktor lainya yang ikut mempengaruhi. Seperti kondisi sepeda motor, gaya berkendara, beban yang ditopang, hingga jalur atau rute yang dilewati.

Penting bagi seorang pengendara untuk memahami hal-hal tersebut, karena dengan berkendara irit atau eco riding, setidaknya pengguna motor yang memiliki mobilitas tinggi dapat meminimalisir pengeluaran biaya operasional.

Agar lebih jelas terkait cara berkendara yang efisien bahan bakar, simak tips dari Yamaha berikut ini yang dilansir dari liputan6.com (01/12/2021):

  1. Pastikan Kondisi Motor Prima

Kondisi motor yang prima menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang keiritan berkendara. Sebelum berkendara pastikan motor dalam kondisi baik.

Cek tekanan ban dalam kondisi normal. Karena apabila ban kekurangan angin, maka tarikan motor menjadi berat dan ini membuat konsumsi bensin menjadi lebih boros.

Tidak hanya itu, perawatan berkala seperti penggantian oli dan membersihkan filter udara juga perlu dilakukan untuk menjaga tarikan motor tetap optimal sehingga konsumsi bahan bakar tidak boros.

  1. Pengoperasian Motor yang Baik

Selain kondisi motor yang prima, hal lain yang perlu diperhatikan dalam menjaga ke iritan bensin adalah cara berkendara.

Semakin agresif gaya berkendara rider dengan bukaan gas dan pengoperasian rem yang tidak teratur akan membuat bensin motor menjadi boros.

Oleh karena itu, perlu cara berkendara yang halus dalam hal pengoperasian motor, seperti membuka gas perlahan dan menjaga kecepatan tetap konstan selama mungkin.

Lalu, tidak melakukan pengereman secara mendadak (terkecuali emergency) sehingga suplai bensin yang dialirkan ke ruang bakar menjadi lebih terukur dan irit.

  1. Membawa Barang Sesuai Kapasitas

Satu hal lain yang perlu diperhatikan untuk menjaga keiritan bensin adalah dengan tidak membawa barang yang melebihi kapasitas (overload) daya angkut motor.

Biasanya saat hendak touring, motor kerap dipasangi dengan touring box pada sisi kanan, kiri dan belakang body motor untuk menaruh barang tanpa mengindahkan kemampuan daya angkut motor yang berujung pada kelebih beban.

Karena dengan kondisi overload, selain membuat kinerja mesin menjadi berat yang berimbas pada borosnya bensin, kondisi ini turut pula membahayakan bagi pengendara karena dapat menghilangkan keseimbangan motor terutama saat sedang bermanuver. (Uli)