Begini Isi Surat Cinta Sutan Sjahrir Perdana Menteri Pertama RI

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Kamis, 12 Mei 2022
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com, Jakarta – Sebuah video membagikan kutipan isi surat lawas yang ditulis Perdana Menteri RI yang Pertama, Sutan Sjahrir diunggah oleh akun Instagram @gerilyasastra.

Potongan kalimat romantis itu diambil dari surat cinta yang ditulis Sjahrir untuk istrinya, Maria Duchateau alias Mieske saat ia dipenjara.

Setelah dibagikan, unggahan itupun langsung ramai menjadi sorotan. Banyak netizen mengaku turut mengagumi kalimat-kalimat romantis Sjahrir dalam surat cinta tersebut. Simak ulasannya yang dilansir dari Merdeka.com (10/05/2022):

Video Kutipan Surat Cinta Sutan Sjahrir

Membagikan video berisi kutipan isi surat cinta Sutan Sjahrir untuk istrinya, Maria Duchateau.

Usai dibagikan, unggahan itupun ramai mendapat komentar dari warganet. Banyak netizen mengaku ikut baper usai membaca kalimat-kalimat romantis yang ditulis oleh Sjahrir.

Salah satu kutipan kalimat dalam surat yang disebut sangat memikat hati seperti, “Apa yang tak kutemukan di dalam filsafat, aku temukan pada dirimu”.

Kesedihan Sjahrir yang harus berpisah dengan Maria membuatnya rajin mengirimkan surat berisi kalimat-kalimat manis untuk istrinya.

“Di sini aku merasa lebih banyak kesepian dan sendiri, melebihi kesendirian di dalam sel penjara itu sendiri”, tulis Sjahrir kepada Maria, 30 Mei 1935, di tempat pengasingan Boven Digul, Papua.

Bahkan, netizen ramai menyebut jika surat cinta milik Sutan Sjahrir itu tak kalah romantis dengan puisi-puisi Dilan, yakni tokoh dalam film Dilan 1990 yang beberapa waktu lalu sempat jadi sorotan karena keromantisannya.

Surat Ditulis di Penjara

Surat-Surat cinta romantis itu disebut ditulis oleh Sjahrir sejak dirinya ditahan di penjara Cipinang, Jakarta hingga diasingkan. Ia mengirimkan surat tersebut kepada istrinya yang ada di Belanda.

Disebutkan jika selama diasingkan di Boven Digul sejak tahun 1932 sampai 1940 Sjahrir sudah mengirimkan surat sebanyak 287. Surat-Surat tersebut disimpan dan akhirnya dibukukan oleh Maria dengan judul Indonesische Overpeinzingen yang terbit di Amsterdam pada 1945.

Ada pun surat pribadi Sjahril kemudian disisihkan dan disusun layaknya catatan harian, dan tertuang dalam karya Rosihan Anwar berjudul Mengenang Sjahrir.

Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Duchateau

Kisah cinta antara Sutan Sjahrir dengan Maria Duchateau memang bisa dibilang cukup rumit. Pertemuan keduanya dimulai pada tahun 1929 saat Sjahrir ke Belanda.

Ketika pertama kali bertemu, Maria masih berstatus sebagai istri dari Ketua Klub Mahasiswa Sosial Demokrat, bernama Solomon Tas. Sjahrir yang pada saat itu hidup sendiri di negeri orang, akhirnya diajak tinggal bersama oleh Salomon Tas di rumahnya.

Kemudian, Sjahrir pun tinggal di rumah yang sama dengan Solomon, Maria, dua anak Solomon dan Maria, serta seorang perempuan bernama Judith van Wamel. Tinggal di bawah atap yang sama membuat Sjahrir dan Maria mulai tumbuh benih-benih cinta.

Kisah asmara Sjahrir dan Maria berkembang ketika rumah tangga Salomon-Maria mulai renggang. Sama-sama sibuk, Salomon justru dekat dengan Judith, dan Maria dengan Sjahrir. Kisah mereka pun berlanjut sampai Sjahrir pulang ke Batavia.

Memutuskan Menikah

Keduanya menikah pada tahun 1932 secara Islam di Medan. Namun, usai lima minggu menikah keduanya harus terpisah. Maria terpaksa diasingkan atau dikembalikan ke negara asalnya, Belanda. Ini sebagai hukuman karena masih dianggap belum resmi bercerai dengan Salomon Tas.

Sejak Maria dikembalikan ke negara asalnya, keduanya pun menjalani hubungan jarak jauh. Setelah Sjahrir diasingkan di Boven Digul karena Pergerakan Nasional, Sjahrir pun semakin sering menulis surat untuk Maria di Belanda.

Akhirnya pada 1947 Sjahrir berpisah dengan Maria usai Perang Dunia II. Komunikasi yang biasanya dilakukan dengan surat-menyurat, seketika terputus. Kemudian, Sjahrir diketahui menikahi seorang wanita bernama  Siti Wahyunah atau Poppy pada Mei 1951. (Uli)