Begini Cara Untuk Menghitung Poin Dalam Olahraga Softball

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Sabtu, 5 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Penghitungan poin softball dengan baseball sejatinya tidak banyak perbedaan kendati keduanya merupakan olahraga yang berbeda.

Penghitungan poin softball sama persis dengan menghitung jumlah batter (pemukul) berhasil memukul bola dan kembali ke home base.

Hanya saja, jumlah poin tiap pemukul berbeda ketika berhasil mencetak homerun dibanding dengan batter yang sempat bertengger di base terlebih dahulu.

“Cara menghitung poin dalam softball dengan baseball tidak jauh berbeda. Perbedaan dua olahraga itu pada alat seperti bolanya, lapangan, dan jumlah inning,” kata pemain timnas softball Indonesia, Muhammad Naufal Rahman, dilansir dari Kompas.com (04/06/2021).

Naufal kemudian menjelaskan cara menghitung poin dalam olahraga bola kecil tersebut.

Berikut cara menghitung poin dalam permainan softball:

1 poin

Pemukul atau batter mendapat satu poin jika berhasil kembali ke home base meskipun sempat hinggap ke salah satu atau lebih base.

Selain itu, pemukul bisa mendapat satu poin jika mencetak homerun dengan catatan tak ada rekannya yang mengisi base.

2 poin

Seorang pemukul akan mendapatkan dua poin jika berhasil mencetak homerun dan ada satu rekannya yang berada di base.

3 poin

Seorang batter mendapatkan tiga poin andai mampu mencetak homerun dengan catatan ada dua rekannya di base berbeda.

4 poin atau Grandslam

Seorang pemukul bisa mendapatkan empat poin jika berhasil melakukan homerun dan tiap base diisi oleh rekan-rekannya.

“Dalam softball ada tujuh inning. Kalau dalam 1 inning belum 3 mati (three out) bisa muter terus-terusan. Artinya, ganti inning kalau udah terjadi 3 kali mati,” jelas peraih medali perunggu SEA Games Filipina 2019 tersebut.

Poin-poin tiap inning kemudian dijumlahkan. Poin terbanyak yang didapat sebuah tim akan menentukan pemenang.

Selain mendapatkan poin, Naufal juga menjelaskan bagaimana pergantian posisi dari pemukul ke penjaga atau sebaliknya bisa terjadi.

“Pergantian tempat antara regu pemukul dengan regu penjaga terjadi apabila regu pemukul dinyatakan three out atau tiga kali mati,” terang Naufal.

Tiga kali mati tersebut bisa dari strike out, tangkapan bola di udara sebelum jatuh ke tanah, maupun mematikan langkah pemukul ke base. (Uli)