Begini Cara Aman Mengemudi Saat Kondisi Hujan

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Minggu, 7 November 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Saat berkendara dalam kondisi hujan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan lagi ketika mengemudikan mobil. Salah satu hal yang harus diantisipasi adalah teknik pengereman yang mesti disesuaikan lantaran kondisi aspal yang basah.

Pasalnya, ketika kondisi hujan daya cengkeram ban terhadap aspal menjadi kurang maksimal. Hal ini harus diantisipasi oleh pengemudi mobil untuk meminimalisir adanya bahaya saat berkendara.

Hal ini dikarenakan ban mobil yang digunakan tidak diformulasikan secara khusus untuk melaju di atas permukaan aspal basah seperti sehabis hujan.

Untuk itu, guna memberikan keselamatan, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan kembali.

Menurut Anjasara Wahyu, dari Harmoni Safety Center, Pelatihan K3 & Keselamatan Berkendara, ada tiga tips mengemudi yang harus lebih diperhatikan mengenai teknik pengereman saat mengemudikan kendaraan kala hujan.

“Sebenarnya untuk teknik pengereman pada saat berkendara hujan harus lebih diperhatikan lagi untuk keselamatan,” buka Anjasara Wahyu, dilansir dari Liputan6.com (05/11/2021).

Jaga Jarak Aman Poin Penting

Selanjutnya, Anjasara, juga mengingatkan dalam berkendara di kondisi hujan harus dibarengi dengan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain. Dalam menjaga jaraknya, ia menyarankan untuk memberikan jarak sekitar 3 sampai 5 detik saat kondisi hujan.

“Kalau di waktu normal, tidak hujan jarak idealnya 3 detik dengan kendaraan yang ada di depan. Tapi ketika berkendara dalam hujan, jarak amannya adalah bisa sampai 5 detik dengan mobil yang ada di depan karena kondisi medan yang basah dan biasanya ada genangan air,” tambahnya.

Sementara itu, ia juga menyarankan agar berhati-hati dengan genangan air di atas permukaan beton atau aspal. Kondisi ini biasanya menyebabkan mobil kehilangan kendali karena efek dari aquaplanning.

“Kurangi kecepatan pada saat ada genangan air. Kita juga harus bisa melihat permukaan aspal secara baik yang tujuannya untuk menghindari dampak dari aquaplanning,” tandas Anjas. (Uli)