Begini Aturan Sebaiknya  Pakai Madu Sebagai Pengganti Gula

FOTO:
Sabtu, 16 November 2019

Indolinear.com, Jakarta – Gula pasir masih sangat banyakan digunakan masyarakat Indonesia sebagai pemanis makanan maupun minuman. Tanpa disadari, kita mengonsumsi gula dari berbagai jenis asupan yang masuk ke dalam perut kita sehari-hari.

Kebiasaan ini dapat memicu penyakit gula darah tinggi atau diabetes. Kekhawatiran ini membuat banyak orang mengganti gula dengan memakai pemanis lain, seperti madu.

Tekstur cair dan citarasa legit membuat madu banyak dipakai sebagai pengganti gula. Namun faktanya, madu juga dapat memicu diabetes jika tidak digunakan secara tepat.

” Madu adalah pemanis alami, tapi dia mengandung kadar glukosa tinggi. Berbeda dengan gula yang mengandung surkrosa. Keduanya bisa menaikkan kadar gula darah lebih cepat,” papar Astri Kurniati, Head of Nutrifood Research Center di peluncuran menu Pish & Posh ft. Tropicana Slim, Jakarta, dilansir dari Tribunnews.com (14/11/2019).

Memakai Madu Khusus

Pemakaian madu sebagai pengganti gula sebaiknya tetap dibatasi guna menghindari risiko diabetes. Pasalnya, baik glukosa dan sukrosa merupakan jenis karbohidrat yang cepat dicerna tubuh. Hal ini membuat madu dan gula tidak berbeda jauh.

Selain itu, madu yang terbentuk dari senyawa monosakarida juga memiliki nilai kalori lebih tinggi dibandingkan gula. Jika ingin memakai madu sebagai pengganti gula, pastikan Sahabat Dream memakai madu khusus yang rendah kalori dan glukosa.

” Anjuran pemakaian madu juga sama dengan gula, yaitu tidak lebih dari empat sendok makan setiap hari. Sedangkan untuk anak di bawah 2 tahun sebaiknya tidak perlu menambahkan gula atau madu ke dalam makanan mereka,” jelasnya. (Uli)

INDOLINEAR.TV