Begini Aturan Pertandingan Olahraga Jam 9 Malam Di Olimpiade Tokyo

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Rabu, 7 Juli 2021
loading...

Indolinear.com, Tokyo – Penyelenggara Olimpiade Tokyo menyiapkan aturan untuk pertandingan olahraga pada pukul 9 malam.

“Pertandingan pertandingan itu digelar tanpa penonton,” kata pernyataan penyelenggara.

Informasi terkini menunjukkan bahwa empat kegiatan pada perhelatan Olimpiade Tokyo mulai 23 Juli 2021 bakal berlangsung tanpa kehadiran penonton.

Meski belum menjadi keputusan, perhelatan pembukaan Olimpiade Tokyo mungkin akan berlangsung tanpa kehadiran penonton.

Sebelumnya, opsi terkini mengemuka yakni rencana 40 persen kegiatan di Olimpiade Tokyo akan berlangsung tanpa penonton.

Perhitungan pengurangan hingga 40 persen itu berangkat dari seluruh kegiatan dengan lebih dri 5.000 tiket dan berlangsung setelah pukul 21.00 akan digelar tanpa penonton.

Selain pembukaan Olimpiade Tokyo, laga-laga bisbol, sepak bola, dan atletik juga bakal mendapat kebijakan tanpa penonton.

Total ada 750 kegiatan di Olimpiade Tokyo.

Miraitowa, maskot Olimpiade Tokyo 2020, memegang obor Olimpiade dalam upacara yang menandai satu tahun sebelum dimulainya Olimpiade di Tokyo pada 24 Juli 2019.BEHROUZ MEHRI Miraitowa, maskot Olimpiade Tokyo 2020, memegang obor Olimpiade dalam upacara yang menandai satu tahun sebelum dimulainya Olimpiade di Tokyo pada 24 Juli 2019.

Dari jumlah itu, ada 300 kegiatan akan berlangsung tanpa penonton.

Syaratnya, revisi dari kehadiran 10.000 penonton ke 5.000 penonton disetujui.

“Kami tengah menggodok opsi ini demi menghambat pertumbuhan jumlah kasus pandemi Covid-19 di Tokyo,” kata peryataan penyelenggara Olimpiade Tokyo, dilansir dari Kompas.com (06/07/2021).

Hingga tiga pekan menjelang pembukaan Olimpiade Tokyo pada 23 Juli 2021, pemerintah Jepang dan Kota Tokyo masih berjuang melawan pandemi Covid-19. Menurut rencana, status darurat di Tokyo akan ditinjau ulang pada 11 Juli 2021.

Pada Kamis (1/3/2021), diperoeh informasi bahwa besar kemungkinan, jumlah 10.000 penonton langsung Olimpiade dan Paralimpik Tokyo berkurang.

“Hal ini terkait dengan masih tingginya angka pandemi Covid-19 di Jepang,” kata Gubernur Tokyo Yuriko Koike. Pekan ini, Tokyo mencatatkan angka baru 660 infeksi Covid-19.

Angka ini adalah kenaikan hingga 100 kasus ketimbang sepakan sebelumnya. Pemerintah Jepang, Kota Tokyo, dan penyelenggara Olimpiade serta Paralimpik Tokyo sudah berkumpul membahas mengenai hal itu pada Kamis (2/7/2021).

Namun demikian, keputusan mengenai hal tersebut belum terbentuk. Pertemuan akan berlanjut pada pekan depan.

Pada sebulan lalu, lembaga-lembaga terkait Olimpiade dan Paralimpik Tokyo memutuskan bahwa lokasi penyelenggaraan pertandingan olahraga hanya dapat menampung 50 persen penonton langsung dari total kapasitas.

“Maksimum adalah 10.000 penonton,” kata CEO Tokyo 2020 Seiko Hashimoto.

Opsi 10.000 penonton ini bisa saja berubah menjadi hanya 5.000 penonton. Angka terinfeksi virus Covid-19 di Tokyo menanjak sejak pemerintah Kota Tokyo mencabut kebijakan ketat pencegahan pandemi sebulan silam.

Sementara itu, penyelenggara Olimpiade dan Paralimpik Tokyo sudah meminta kepada Kementerian Pertahanan Jepang mengenai pengamanan. Sebanyak 8.500 Tentara Bela Diri Jepang akan bertugas menjaga keamanan di semua lokasi Olimpiade dan Paralimpik Tokyo. (Uli)