Bedah Rumah, Warga Senang Lebaran Gunakan Rumah Baru

FOTO: Eksklusif Disperkimta Tangsel for indolinear.com

Indolinear.com, Tangsel – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel telah 0berhasil melakukan program bedah rumah sebanyak 87 unit yang diserahkan sebelum Idul Fitri 1440 Hijriah.

“Alhamdulillah untuk tahap awal, sebanyak 87 unit rumah tersebut telah dibedah, diserahkan dan ditempati kembali oleh pemiliknya. Tentunya dengan kondisi yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Bahkan seminggu sebelum lebaran, jadi pemilik bisa menempati rumah baru,” beber Kepala Bidang Perumahan pada Disperkimta Tangsel Carsono.

Walaupun bedah rumah tersebut waktunya terlalu mepet dari sosialisasi pada pertengahan hingga akhir April 2019 lalu, pihaknya bersyukur karena telah berhasil menyelesaikan target.

“Dengan anggaran sedikitnya Rp 5 Milyar dan  waktu satu bulan, target kita untuk memperbaiki 87 unit rumah yang tersebar di tujuh kecamatan telah terlaksana tepat waktu,” imbuhnya.

Anggaran tersebut menurut Carsono, untuk satu unit rumah senilai Rp71 juta atau disesuaikan berdasarkan luas rumah pemilik yang akan dibedah.

Target tahun ini Pemerintah Kota Tangsel melalui Disperkimta akan melakukan program bedah rumah terhadap 220 unit rumah di tujuh kecamatan yang ada di wilayah Tangsel.

Sementara sisa unit rumah lainnya akan mulai dibedah pada tahap kedua yakni, awal Juli. Karena 220 rumah hasil Musyawaran Rencana Pembangunan (musrenbang) tahun 2018 yang akan dibedah terbagi menjadi dua tahap yakni, tahapan sebelum dan setelah Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2019.

“Untuk sosialisasinya saat ini tidak kita lakukan lagi. Karena telah dilakukan diawal. Saat ini langsung pelaksanaannya dengan target satu bulan pelaksanaan. Respon warga pun sangat baik, terlebih lebaran bisa menggunakan rumah baru dan mereka pun senang karena kita tepat waktu,” ungkapnya.

Secara teknis, anggaran pelaksanaan program yang dilaksanakan secara swakelola ini berasal dari dana bantuan sosial (bansos), yang diusulkan 6 hingga 1 tahun sebelumnya. Dengan nilai maksimum Rp71 juta/rumah yang mencakup upah tukang, perencanaan, pengawasan dan infrastuktur.

“Dengan anggaran tersebut, pihaknya menjamin material dan kualitas bahan bangunan, karena Pemkot Tangsel melibatkan masyarakat melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di masing-masing kecamatan dan kelurahan,” jelas Carsono.(ADV)

INDOLINEAR.TV