Bayi Baru Lahir Di AS Langsung Punya Antibodi Covid-19

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 19 Maret 2021
loading...

Indolinear.com, AS – Untuk pertama kalinya di AS, ada bayi baru lahir yang langsung memiliki antibodi terhadap Covid-19.

Menurut laporan CBS News, ibu bayi itu merupakan tenaga kesehatan yang menerima suntikan vaksin Moderna saat usia kehamilan 36 minggu.

Dia melahirkan bayi perempuan yang sehat dengan antibodi Covid-19 tiga pekan setelahnya.

Dokter yakin bayi itu adalah kasus pertama bayi yang langsung memiliki antibodi virus corona di AS.

Dr. Paul Giblert dan Dr. Chad Rudnick mempresentasikan temuan mereka dalam studi pracetak, yang artinya belum ditinjau sejawat.

Mereka menemukan bahwa antibodi terdeteksi pada saat persalinan setelah menganalisis darah dari tali pusat bayi yang diambil segera setelah lahir dan plasenta sebelum persalinan.

“Kami telah menunjukkan bahwa antibodi SARS-CoV-2 IgG dapat dideteksi dalam sampel darah tali pusat bayi baru lahir setelah satu dosis vaksin Moderna COVID-19,” mereka menyimpulkan.

“Dengan demikian, ada potensi perlindungan dan pengurangan risiko infeksi dari Sars-CoV-2 dengan vaksinasi dari ibu,” kata dua dokter ini, dilansir dari Tribunnews.com (18/03/2021).

Kendati demikian, dokter lain menekankan harus ada penelitian lebih lanjut untuk memverifikasi keamanan dan kemanjuran vaksin untuk ibu hamil.

Sebelumnya sudah diketahui bahwa ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 dapat menyalurkan antibodinya kepada bayi.

Selain itu, tersalurnya antibodi dari ibu ke bayi melalui plasenta dilakukan dengan baik oleh vaksin lain, termasuk dalam kasus influenza.

Dengan ini dokter berharap perlindungan terhadap bayi dari Covid-19 bisa dilakukan melalui vaksinasi kepada ibu.

“Ini benar-benar mulai menyelaraskan vaksin COVID dengan vaksin yang sudah kami gunakan pada wanita hamil seperti vaksin flu,” Dr. Neeta Ogden, seorang spesialis penyakit dalam dan ahli imunologi.

“Kami benar-benar membutuhkan dan jelas bahwa kami membutuhkan data penting tentang seberapa aman hal itu pada wanita hamil,” kata Ogden.

Hasil awal ini dapat membantu wanita hamil mempertimbangkan vaksinasi.

“Ini juga penuh harapan karena menawarkan tingkat perlindungan bagi salah satu populasi yang paling rentan, bayi yang baru lahir,” kata Ogden.

Studi terbaru lainnya yang mendukung temuan ini juga dibagikan dalam pracetak namun belum ditinjau sejawat.

Rumah Sakit Umum Massachusetts baru-baru ini melakukan penelitian kepada 131 wanita.

Mereka terdiri dari 84 ibu hamil, 31 menyusui, dan 16 tidak hamil yang semuanya menerima vaksin Pfizer atau Moderna.

Mereka menemukan respon imun yang sama kuatnya pada wanita hamil dan menyusui sebagai kelompok kontrol.

Selain itu, antibodi ada di plasenta dan ASI dari setiap sampel yang diambil.

“Antibodi yang dihasilkan oleh vaksin ibu terdeteksi dalam darah tali pusat dari 10 bayi yang dilahirkan selama masa studi kami,” kata rekan penulis Dr. Andrea Edlow, spesialis kedokteran ibu-janin di Rumah Sakit Umum Massachusetts.

“Data kami menunjukkan bahwa menerima kedua suntikan vaksin mRNA mengarah pada peningkatan transfer antibodi ke bayi baru lahir.”

Studi lain dari Israel menemukan antibodi pada 20 wanita yang diuji yang menerima dua dosis vaksin Pfizer.

Antibodi terdapat baik selama trimester ketiga dan pada bayi baru lahir, juga melalui transfer plasenta.

Bulan lalu, Pfizer mengumumkan telah memulai uji coba skala besar vaksinasi pada wanita hamil, yang diharapkan selesai pada awal 2023.

Sementara itu Moderna, yang vaksinnya mendapat izin penggunaan darurat di AS pada Desember, belum memulai uji coba yang berfokus pada kehamilan. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: