Bayi 15 Minggu Bisa Berdiri Sendiri Tanpa Bantuan

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 20 Mei 2020

Indolinear.com, Inggris – Seorang bayi berusia 15 minggu di Inggris memiliki keunikan yang jarang ditemukan pada anak seusianya.

Pasalnya, di usia tersebut, sang bayi bisa berdiri sendiri tanpa bantuan siapa pun.

Dilansir dari Tribunnews.com (19/05/2020), bayi ‘ajaib’ itu bernama Lula.

Lula lahir pada 31 Januari 2020 dengan berat badan hanya 1,67 kilogram.

Dengan kata lain, dia memiliki berat kurang dari 5 persen dari bayi lain seusianya.

Namun, Lula kini mampu berdiri tanpa bantuan orang lain pada usianya yang menginjak 15 minggu.

“Ketika dia berusia sekitar satu bulan, dia mengamuk dan aku mencoba mendudukannya di lututku untuk menenangkannya. Bukannya duduk, dia malah berdiri di atas lututku dan tidak menekuk kakinya,” jelas Tezra Finn-Johnston (31), ayah Lula.

Pria asal Kingswood, Bristol, itu mengungkapkan, semenjak saat itu, Lula sering melakukannya beberapa kali dalam beberapa minggu.

Tezra berpikir, anaknya melakukan hal tersebut ketika dia bahagia.

“Aku mencoba memeluknya dan mengangkatnya, dan dia berhasil menopang tubuhnya sendiri,” ujar Tezra.

Keunikan yang dimiliki anaknya tersebut membuat Tezra dan pasangannya, Emily Derrick (23), heran.

Mereka belum pernah menemukan bayi siapa pun yang dapat melakukan seperti yang dilakukan anak mereka sejak dini.

Menurut Tezra dan Emily, semua orang berpikir bahwa apa yang dapat dilakukan Lula bukanlah hal yang biasa.

Bayi seusia Lula disebut tak lazim untuk dapat duduk, apalagi berdiri.

Ayah Lula itu juga mengatakan, umumnya, bayi dapat berdiri ketika berusia sekitar 9 bulan hingga 1 tahun.

“Aku bertanya pada ibuku, dan tidak ada satu pun dari anak-anaknya yang bisa berdiri ketika berusia 15 minggu,” ucap Tezra.

Bisa Angkat Kepala saat Usia 5 Hari

Ternyata, keunikan Lula tak hanya dapat berdiri sendiri di usia yang masih sangat dini.

Kemampuan Lula telah terlihat sejak ia pulang dari rumah sakit, lima hari setelah dia lahir.

“Cukup banyak hal sejak kami pulang dari rumah sakit. Dia sedikit mampu menopang kepalanya, lebih dari yang kami pikir dia bisa lakukan,” terang Tezra.

Tezra menjelaskan, kala itu, Lula mampu menahan kepalanya selama beberapa detik.

Selama beberapa minggu, Lula pun dapat mengangkat kepalanya sendiri dengan mudah.

Sang ayah juga berbagi cerita tentang pengalamannya mengajari Lula merangkak.

Dia mengatakan, Lula belajar merangkak dengan tangannya di belakang sang anak.

Namun, Lula dapat merangkak secara mandiri, melepaskan diri dari tangan Tezra.

“Kami memperhatikan itu dan dia bisa melakukan itu pada kali pertama. Itu mengesankan,” kata Tezra.

Tezra menduga, kepiawaian Lula dalam perkembangannya dipengaruhi oleh acara yang sering mereka tonton.

Tezra adalah penggemar berat acara kompetisi binaraga.

Dia secara teratur menonton video acara tersebut di Youtube, dengan Lula di pangkuannya.

Itulah yang membuat Lula mungkin terinspirasi untuk melatih kekuatannya sendiri.

Ayah Lula juga mengatakan, kemampuan sang anak mungkin dipengaruhi oleh genetik darinya.

Sebab, Tezra merupakan orang yang dapat membentuk otot dengan cepat.

Meskipun begitu, ia tidak ingin orang-orang mencontoh pengalaman dirinya untuk diterapkan kepada bayi lainnya.

“Aku tidak menyarankan orang lain untuk mencoba hal ini dengan bayi mereka, tetapi aku biasanya menonton acara Baby di Netflix, dan aku mendapat beberapa gagasan dari acara itu,” ungkap Tezra.

Meskipun Lula belum bisa berjalan, tetapi kemajuan yang telah dibuat sejauh ini memungkinkannya untuk lebih awal dapat berjalan sendiri daripada bayi pada umumnya.

“Ketika aku memberikan kerincingan dan mainan lainnya, dia tampaknya tidak cukup muda untuk menginginkannya,” tulis ibu Lula, Emily.

“Dia sepertinya jauh lebih tua dari yang sebenarnya. Jangan tumbuh dulu, Nak!” sambungnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

INDOLINEAR.TV