loading...

Bayar Pajak Kendaraan Online, Benarkah Buktinya Pelunasan Dikirim Ke Rumah?

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Kamis, 16 Juli 2020

Indolinear.com, Jakarta – Bagi pemilik mobil atau sepeda motor, saat ini pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tidak perlu repot lagi. Pasalnya, hal tersebut sudah bisa dilakukan secara online, dan tanpa datang ke kantor Samsat.

Terdapat dua cara pembayaran pajak secara daring, yaitu melalui e-Samsat atau aplikasi Samsat Online Nasional (Samolnas).

Khusus untuk Samolnas, pengurusan dan pembayaran bisa dilakukan secara online. Bahkan, penerimaan Tanda Bukti Pelunasan Kewajiban Pembayaran (TBPKP) langsung dikirim ke rumah wajib pajak.

Namun pada kenyataannya di lapangan, ada masyarakat yang hanya dikirimkan TBPKP elektronik atau e-TBPKP melalui email wajib pajak.

Kemudian, dalam rentang waktu 30 hari setelah menerima e-TBPKP, wajib pajak harus datang ke Samsat untuk melakukan pengesahan STNK dan meminta TBPKP/SKPD asli.

Untuk mengambil SKPD asli cukup menunjukkan e-TBPKP sebagai bukti atau struk pembayaran kepada petugas.

Menanggapi hal tersebut, Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Martinus menjelaskan, secara teori Samolnas merupakan bayar pajak lewat online. Sedangkan bukti tanda pelunasan akan dikirimkan ke rumah wajib pajak.

“Memang kita memberikan fasilitas itu dikirim melalui layanan pos. Masing-masing wilayah yang dapet kuota akan dicatat, dan dikumpulkan dan dikirimkan sesuai data alamat yang memang valid,” jelas Martinus di kantornya, dilansir dari Liputan6.com (14/07/2020).

Kendala pengiriman

Namun, terkadang ada kendala dalam pengiriman, seperti data tidak valid karena belum diperbaharui, atau tidak sesuai dengan KTP.

Kendala pengiriman sendiri, memang bervariasi, dan jika memang tidak terkirim tidak ada salahnya melakukan pengecekan di Samsat terdekat.

“Hal itu untuk memastikan, apakah bukti pelunasan pembayaran sudah dikirimkan oleh Kantor Pos atau belum. Tapi, kalau ada pelaporan hal serupa, kita akan mengecek ke kantor pos, dan memastikan alamat benar atau tidak. Selama ini, masalah tersebut bisa diselesaikan, dan itu murni masalah dipengiriman terkendala,” pungkasnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: