Bawaslu Beri Perhatian Lebih Terhadap Potensi Penyalahgunaan Data Di Pemilu 2024

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 12 November 2021
loading...

Indolinear.com, Banten – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI mengaku menaruh perhatian lebih terhadap potensi penyalahgunaan data di Pemilu 2024.

Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar mengatakan fokus perhatian itu dilatarbelakangi hebohnya data warga negara yang diperjualbelikan.

“Banyak data-data penduduk yang bisa dijual. Bawaslu melihat itu menjadi concern kita karena itu bisa dipergunakan,” kata Fritz di kawasan Anyer, Serang, Banten, dilansir dari Tribunnews.com (11/11/2021).

Diterangkan Fritz, salah satu bentuk penyalahgunaan data antara lain berpotensi terjadi dalam proses pendaftaran partai politik.

“Pendaftaran partai politik kan ada 1 banding 1.000, dari jumlah penduduk untuk memasukkan jumlah anggota parpolnya. Itu kan bisa saja, data tersebut dipakai, harus ada proses verifikasi by sensus. Nggak bisa secara acak yang selama ini dilakukan,” kata dia.

Selain itu, penyalahgunaan data juga berpotensi terjadi dalam proses pendaftaran calon independen.

Mengingat calon independen harus memenuhi syarat tertentu, salah satunya menyerahkan sejumlah konstituen yang dibuktikan dengan KTP.

Kata Fritz, dalam proses tersebut, perlu dilakukan verifikasi faktual secara cermat dan lebih detail oleh penyelenggara Pemilu.

“Harus ada proses verifikasi yang lebih detail oleh KPU dan Bawaslu,” terangnya. (Uli)