Baterai Laptop Dan Smartphone Akan Diperiksa Di Bandara

Sabtu, 20 Februari 2016

Indolinear.com – Anda mungkin pernah mendengar bahwa pernah ada kejadian baterai ponsel meledak di pesawat. Namun pihak berwenang tetap memperbolehkan laptop dan smartphone anda tetap dibawa ketika terbang.

Federasi Administrasi Penerbangan Amerika Serikat mengingatkan maskapai pesawat untuk memperketat kebijakan pembawaan baterai. Beberapa waktu yang lalu, federasi ini mengeluarkan kebijakan waspada terkait bahayanya baterai lithium yang disimpan di bagasi. Hal ini bahkan bisa berpotensi memicu ledakan besar di lambung pesawat.

Baterai lithium-ion memang punya potensi meledak jika diisi daya terlalu lama atau terkena paparan panas yang tinggi. Tercatat berbagai kasus ledakan baterai telah terjadi, dan korban jiwa juga telah berjatuhan.

Meski demikian, belum pernah ada ledakan baterai di pesawat karena tindakan preventif yang telah dilakukan maskapai. Boeing bahkan pernah menyimpan pesawat 787 Dreamliner keluaran mereka, karena terbukti mampu membuat baterai yang disimpan di bagasi overheat.

Umat manusia pun hidup dengan resiko berbahaya ini bertahun-tahun, dengan tetap menggunakan smartphone dan laptop dalam kehidupan sehari-hari. Banyak yang sudah menyadari bahayanya overcharge dan overheat pada baterai, namun sayangnya lebih banyak yang belum sadar.

Namun isu keamanan yang dikeluarkan Federasi Administrasi Penerbangan ini tak akan bisa mempengaruhi kebijakan maskapai dalam menentukan barang yang dibawa penumpang. Akhirnya federasi tersebut tetap menyarankan untuk penumpang membawa baterai yang tidak melebihi 160 watt hours. Jika melebihi, baterai akan tetap disita. Di beberapa bandara yang sudah maju, baterai cadangan bahkan sudah langsung tidak diperbolehkan di pengecekan bagasi. (uli)

 

Sumber: Merdeka.com

loading...