Batalkan Acara Prasmanan, Pemilik Restoran Ini Dipenjara 1.500 Tahun

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Jumat, 11 September 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Didakwa telah menipu publik, dua petinggi sebuah restoran seafood terkenal di Bangkok, Thailand, dijatuhi hukuman yang mungkin sulit dibayangkan.

Tidak tanggung-tanggung, pada Rabu pekan lalu, mereka dijatuhi hukuman penjara selama 1.446 tahun karena membatalkan acara makan prasmanan.

Apichart Bowornbancharak dan Prapassorn Bowornbancha, eksekutif di restoran Laemgate, menawarkan tiket makan prasmanan seafood dengan harga murah pada tahun lalu.

Acara Dibatalkan, Pengunjung Tak Terima

Dilansir dari Dream.co.id (09/09/2020), di dalam acara makan prasmanan murah itu, Apichart dan Prapassorn menawarkan harga 880 baht (hampir Rp400 ribu) untuk 10 orang.

Pengunjung restoran diminta mengirim pesanan secara online dan menyetor dana ke rekening bank. Diperkirakan 20.000 orang melakukan pemesanan.

Namun, acara makan prasmanan dibatalkan secara sepihak. Melalui posting online, pengumuman pembatalan menyebut restoran tidak memiliki cukup bahan baku untuk memenuhi pemesanan.

Hukuman Dikurangi Jadi 700 Tahun

Tidak terima dengan pembatalan itu, sekitar 350 pengunjung yang telah memesan dan membayar membuat pengaduan ke polisi. Mereka minta ganti rugi lebih dari 2 juta baht.

Akibat pembatalan itu, Apichart dan Prapassorn ditangkap dan didakwa oleh Pengadilan Kriminal pada hari Rabu. Mereka bersalah atas 723 tuduhan.

Kedua pria itu dijatuhi hukuman penjara selama 1.446 tahun. Namun hukuman keduanya kemudian dipotong masing-masing menjadi 723 tahun karena mereka mengakui perbuatannya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: