Bapenda Kabupaten Tangerang Optimistis Capai Target PBB 2020

FOTO: rahmat/indolinear.com
Minggu, 15 Maret 2020

Indolinear.com, Kabupaten Tangerang – Lebih kurang 70 persen pemasukan sektor pajak daerah Kabupaten Tangerang bersumber dari pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang pun melakukan berbagai inovasi pelayanan, agar pemasukan dari PBB-P2 maupun BPHTB mencapai target. Salah satu inovasi itu adalah mempermudah wajib pajak dalam membayar PBB-P2.

Kepala Bidang PBB dan BPHTB Bapenda Kabupaten Tangerang Dwi Chandra Budiman mengatakan, pada 2019 lalu telah diluncurkan metode pembayaran PBB-P2 melalui aplikasi perdagangan elektronik alias e-commerce. Di mana, PBB-P2 bisa dibayar melalui Tokopedia dan Bukalapak.

Kendati demikian, pembayaran PBB-P2 lewat e-commerce hanya salah satu alternatif dari upaya memudahkan wajib pajak. Adapun pola lain pembayaran PBB-P2 tetap berjalan, seperti melalui loket BJB, UPT Pajak Daerah, Alfamart, Indomaret, Kantor Pos, serta PBB Keliling.

“Selain mempermudah wajib pajak, inovasi pelayanan ini untuk memaksimalkan retribusi di sektor PBB-P2,” ujar Dwi, Jumat (13/3/2020).

Tidak hanya itu. Bapenda Kabupaten Tangerang sudah meluncurkan Sistem Informasi Cetak PBB-P2 Online Terpadu (siCEPOT). Aplikasi berbasis web ini, jelas dia, merupakan bentuk lain dari Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2. Sehingga, SPPT PBB-P2 bisa disampaikan melalui media elektronik pada tiap tahun pajak.

Dwi menyebut, jatuh tempo pembayaran PBB-P2 di kabupaten berjuluk kota seribu industri ini yakni 31 Agustus 2020 mendatang. Untuk itu, dia mengimbau wajib pajak agar melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo, guna menghindari sanksi administrasi.

“Jika lewat jatuh tempo, SPPT akan diblokir secara otomatis dan dikenakan denda sebesar 2 persen per bulan dari nilai pajak terutang. Denda berlaku secara akumulatif,” tandas dia.

Terkait target pada 2020 ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menentukan pendapatan dari PBB-P2 sebesar Rp 408 miliar. Belum termasuk target pada tahun anggaran perubahan nanti.

Dwi optimistis bahwa pendapatan asli daerah dari PBB-P2 akan melampaui target. Hal itu berkaca dari prestasi selama tiga tahun terakhir, yaitu 2017-2019, realisasi PBB-P2 selalu melebihi target.

Pada Januari-Februari 2020 saja, PBB-P2 sudah terealisasi sejumlah Rp 14,7 miliar. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar Rp 3,7 miliar dibandingkan realisasi PBB-P2 pada Januari-Februari 2019 lalu. Menurut Dwi, peningkatan tersebut membuktikan kesadaran masyarakat Kabupaten Tangerang dalam membayar pajak cukup baik.

“Ini menandakan sosialisasi yang disampaikan Pemkab Tangerang akan pentingnya membayar pajak berdampak positif,” pungkas dia.(srh)

INDOLINEAR.TV