Bapenda Kabupaten Tangerang Optimalkan Pemasangan Alat Perekam Transaksi

FOTO : Eksklusif Bapenda Kabupaten Tangerang for Indolinear.com
Rabu, 2 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Kabupaten Tangerang – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang terus mengoptimalkan pemasangan alat perekam transaksi di kasir (teller) wajib pajak. Tujuannya, guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang Soma Atmaja mengatakan, wajib pajak kini bisa mendaftar, membayar, dan melaporkan kewajiban pajak daerah secara online melalui Sistem Informasi Manajemen Pendapatan Asli Daerah (SIMPAD). Aplikasi berbasis web ini sebagai sarana bagi wajib pajak dan bisa diakses di mana saja.

“Kita sudah berikan kelonggaran pada para wajib pajak untuk mengisi daftar isian kewajiban atas tanggungan pajaknya, sehingga kita tidak perlu harus pusing dan susah untuk memungutnya,” ujar Soma, Selasa (1/12/2020).

Dia menyebut, dampak positif keberadaan alat perekam transaksi di kasir sangat terasa, di mana akurasi data penerimaan pajak sesuai dengan yang harus dibayarkan.

“Bukti nyatanya kalau ini berdampak positif adalah adanya kenaikan 14 persen dari pendapatan non PBB sebelum alat perekam ini terpasang. Apalagi kalau alat ini sudah terpasang menyeluruh se-wilayah Kabupaten Tangerang, pastinya PAD kita akan berlimpah,” kata Soma.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan Bapenda Kabupaten Tangerang M. Fahmi mengatakan, Bapenda tidak akan berhenti untuk meningkatkan PAD.

“Dilihat dari potensinya, kita meyakini bahwa pajak masih bisa ditingkatkan untuk menyumbang pemerintah dalam pembangunan. Luas wilayah dan kemajuan masing-masing lokasi menjadi potensi penghasilan yang harus dikelola dengan maksimal,” ujar Fahmi.

Pada titik dan lokasi potensial tersebut, lanjut dia, Bapenda harus piawai dalam menggali perolehan pajak. Di mana, Kabupaten Tangerang memiliki zonasi wajib pajak potensial seperti hotel, restoran, hiburan, dan parkir yang tersebar di beberapa titik unggulan seperti di wilayah Cisauk, Pagedangan, Kepala Dua, Legok, serta Pasar Kemis.

“Lokasi-lokasi tersebut hanya segelintir dari contoh keberadaan wajib pajak yang berpotensi turut serta dalam membangun Kabupaten Tangerang. Jika kita bisa memasang 1.000 alat perekam transaksi di dasbor kasir, baik berupa tapping box atau tapping server, maka kita pastikan ada peningkatan signifikan bagi PAD Kabupaten Tangerang,” kata Fahmi.

Dia menjelaskan, alat perekam transaksi ini difungsikan untuk merekam data nilai transaksi, sehingga pajak yang dititipkan masyarakat melalui pengelola hotel, restoran, hiburan, dan parkir bisa dikembalikan kepada pemerintah untuk dikelola kembali.

“Mesin perekam atau tapping ini terdiri atas tiga bagian, di mana berupa tapping box, tapping server, dan bluetooth terminal printer. Dengan alat tersebut, maka dipastikan pajak yang diserahkan masyarakat kepada pengelola hotel, restoran, hiburan, dan parkir akan terekam dan pasti pembayarannya,” ujar Fahmi.

Dia menyebut, pada tahun ini sudah terpasang 484 alat perekam transaksi di berbagai hotel dan restoran serta pelaku usaha lainnya.

“Target kita adalah 1.000 alat dipasang di dasbor kasir pertokoan, hotel, dan restoran. Tahun ini kita masih kejar target penambahan jumlah pemasangan alat perekam transaksi tersebut,” pungkas dia.(ADV)