Banyak Jalur Tikus Di Bekasi, Polisi Memperluas Penyekatan Mudik

FOTO: cnnindonesia.com/indolinear.com
Jumat, 30 April 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi mulai memperketat penjagaan jalur mudik sebagai tindak lanjut addendum Surat Edaran 13/2021 terkait peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama Bulan Ramadan.

Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Hendra Gunawan mengatakan petugas telah melakukan patroli serta penjagaan jalur mudik.

Sejumlah pengendara yang kedapatan hendak curi start mudik pun mulai diberhentikan di masa pengetatan mudik saat ini. Setelah itu mereka diminta menunjukkan surat hasil tes Covid-19, baik rapid test PCR maupun antigen yang sampelnya diambil maksimal 24 jam sebelum keberangkatan.

“Kita juga lakukan tes antigen bagi mereka yang tidak membawa hasil tes. Jika hasilnya reaktif kami minta putar balik dan lakukan perawatan,” katanya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dikutip dari Cnnindonesia.com (29/04/2021).

Hendra mengatakan patroli penyekatan dilakukan petugas di sejumlah perbatasan Kabupaten Bekasi dengan Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bogor. Patroli penyekatan juga dilakukan di terminal yang menyediakan angkutan umum antarprovinsi. Salah satunya, kata dia, seperti di Jalur Pantura di Kedungwaringin, berbatasan dengan Karawang dan Jalan Raya Cibarusah, berbatasan dengan Kabupaten Bogor.

Polres Metro Bekasi juga memantau jalur alternatif yakni Pebayuran, berbatasan dengan Karawang dan jalur alternatif Cipayung Kalimalang, juga berbatasan dengan Karawang. Bahkan penyeberangan jalur Sungai Citarum menggunakan perahu eretan juga menjadi perhatian.

“Semua kita perketat penjagaan, sampai nanti pada larangan mudik 6-17 Mei tidak boleh ada lolos pergi mudik,” ucapnya.

Sementara Camat Serang Baru Mirtono Suherianto mengatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan kepolisian dalam penjagaan jalur tikus atau alternatif.

Dia mengaku di wilayahnya banyak sekali jalur tikus yang dapat menembus wilayah Karawang melalui jalur loji, Kabupaten Bogor menuju ke Cileungsi maupun Jonggol hingga menuju Bandung.

“Iya, ada jalur ke puncak dan betul ada banyak jalur tikus. Jadi kita sudah berkoordinasi dengan tiap desa untuk penjagaan nanti,” katanya.

Mirtono mengatakan akses jalan yang ada di Kecamatan Serang Baru masih menjadi primadona para pemudik sebab dari wilayah ini mereka bisa langsung ke Cibarusah yang merupakan daerah perbatasan menuju sejumlah daerah tetangga, seperti akses Jonggol-Puncak menuju Cianjur, Garut, Tasikmalaya, hingga Bandung dan seterusnya.

“Tahun- sebelumnya juga begitu, banyak yang pilih jalur sini. Selain tidak kena macet, juga lebih mudah untuk alternatif. Karena ada larangan mudik, kita akan menjaganya,” kata dia. (Uli)