Bantuan Mengalir Dari Dunia Untuk Tonga, PBB: Pasokan Air Adalah Prioritas Utama

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 22 Januari 2022

Indolinear.com, Jakarta – Bantuan mengalir ke Tonga dari seluruh dunia.

Lebih banyak pemerintah mengerahkan kapal dan penerbangan ke Tonga setelah letusan gunung berapi bawah laut, pada Sabtu (15/1/2022).

Ledakan bawah laut sepekan kemarin memicu gelombang tsunami setinggi 15 meter di Pasifik, tiga orang dilaporkan tewas.

Dilansir dari Tribunnews.com (21/01/2022), bencana ini menyebabkan kerusakan signifikan pada wilayah kepulauan dan melumpuhkan komunikasi.

Sebuah kapal Selandia Baru yang diperkirakan tiba pada hari Jumat diyakini sebagai kapal pemasok (bantuan) utama pertama.

Kapten HMNZS Aotearoa sebelumnya mengatakan kepada situs berita Reuters bahwa kapal itu membawa 250.000 liter air, bersama dengan persediaan lainnya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pasokan air bersih adalah prioritas utama bagi negara Pasifik itu.

Australia telah mengerahkan kapal terbesarnya, HMAS Adelaide, yang berangkat ke Tonga pada hari Jumat.

Kapal tersebut dapat membawa helikopter yang dapat dikerahkan dari kapal untuk membawa pasokan ke pulau-pulau terluar Tonga yang lebih kecil.

Kapal itu dijadwalkan tiba pertengahan minggu depan.

Inggris juga mengumumkan pada hari Jumat bahwa pihaknya juga mengerahkan kembali HMS Spey-nya ke Tonga dan telah mengirim pasokan bantuan terlebih dahulu dengan kapal Australia.

“Inggris akan bekerja sama dengan Australia dan Selandia Baru untuk membantu upaya pemulihan di Tonga dan siap mendukung mitra lama Persemakmuran kami,” kata Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace.

Bantuan internasional sempat tertahan pada hari-hari pertama setelah letusan.

Hal ini dikarenakan selimut abu vulkanik menghalangi jarak pandang.

Relawan menghabiskan berhari-hari secara manual membersihkan abu dari landasan pacu di pulau utama Tongatapu, untuk memungkinkan pesawat bantuan darurat mendarat.

BBC melaporkan, dua penerbangan pertama dari Selandia Baru dan Australia mendarat pada hari Kamis , membawa palet air minum, alat desalinasi, kebersihan, tempat penampungan dan peralatan medis serta peralatan telekomunikasi.

Laporan BBC lainnya menyebutkan bahwa upaya telah dilakukan untuk pengiriman tanpa kontak.

Kapal induk angkatan laut diharapkan membawa bantuan dalam jumlah yang jauh lebih besar.

Bantuan tiba saat komunikasi dengan Tonga perlahan pulih.

Hingga Rabu, diaspora Tonga di seluruh dunia sebagian besar tidak dapat menghubungi kerabat di rumah. (Uli)