Banjir di Kabupaten Tangerang Akibat Lima Sungai Meluap

FOTO: indolinear.com
Rabu, 8 Januari 2020

Indolinear.com, Kabupaten Tangerang – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berupaya menanggulangi dampak musibah banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang pada awal tahun 2020.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Bambang Sapto mengatakan, banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang terjadi akibat hujan yang tidak kunjung berhenti sejak 31 Desember 2019 hingga awal Tahun 2020. Alhasil,  sejumlah sungai meluap dan berdampak banjir di sebagian wilayah Kabupaten Tangerang.

“Pada saat kejadian banjir, Tim dari BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta OPD lainnya,  langsung sigap merespon  untuk menangani musibah banjir tersebut, dan segera melakukan reaksi cepat tanggap sesuai prosedur,” kata Bambang.

Bambang mengungkapkan, wilayah Kabupaten Tangerang yang terkena banjir yang diakibatkan meluapnya lima sungai. Kelima sungai itu masing-masing, Sungai Cisadane menggenangi lima kecamatan, Kecamatan Curug, Legok, Sepatan, Pakuhaji, Teluknaga. Sungai Cirarab menggenangi empat kecamatan yakni Kecamatan Legok, Curug, Cikupa dan Pasar Kemis. Sungai Cimanceuri menggenangi sembilan kecamatan, yakni Kecamatan Legok, Tigaraksa, Cikupa, Balaraja, Sukadiri, Jambe, Rajeg, Pagedangan dan Kronjo. Sungai Cidurian menggenangi empat kecamatan yakni Kecamatan Cisoka, Jayanti, Kresek, Kronjo. Sungai Sabi menggenangi satu kecamatan, yakni Kecamatan Kelapa Dua.

“Banjir yang terjadi di Kabupaten Tangerang hanya 12 persen dari total keseluruhan wilayah Kabupaten Tangerang dengan dan 5,6 Persen penduduk di Kabupaten Tangerang yang terdampak,” ungkap Bambang.

Dampak dari banjir yang terjadi awal tahun menyebabkan rusaknya lahan pertanian dan tambak, daerah pesisir dan pemukiman nelayan, industri dan pergudangan, fasilitas umum seperti sekolah, jalan, dan fasilitas umum lainnya.

Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar mengatakan, bencana banjir yang terjadi saat ini di wilayah Jabodetabek mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Untuk itu perlu dilakukan koordinasi penanganan secara terpadu antara wilayah Jabodetabek dalam proses perencanaan pemanfaatan dan pengendalian tata ruang.

“Kedepan kita perlu membahas bersama dengan pemerintah pusat dan daerah Jabodetabek untuk mengatasi persoalan banjir ini karena supaya ada jalan bagi semua daerah yang terdampak,” kata Zaki.

Zaki menambahkan, penanganan saat banjir yang dilakukan oleh Pemkab Tangerang adalah dengan mendirikan tenda darurat, mendirikan posko kesehatan, dapur umum, dan posko pengungsian, pendistribusian logistik seperti makanan cepat saji, obat-obatan, serta logistik lainnya. Pemkab  Tangerang, katanya, terus melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi TNI Polri serta stakeholder lainnya pada saat bencana maupun pasca bencana.(pde)

INDOLINEAR.TV