Balap Udara Lintas Benua Digelar Perdana, Tewaskan 7 Orang

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 10 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Balap udara lintas benua atau transcontinental air race digelar perdana pada 8 Oktober 1919.

Tujuan dari gelaran balap udara lintas benua adalah menunjukkan bahwa pesawat aman digunakan untuk perjalanan jauh.

Dalam balap udara perdana ini, pesawat akan lepas landas di Roosevelt Field, Long Island, kemudian menuju ke pantai barat dan kembali.

Jarak yang ditempuh para pilot adalah 5.200 mil dan ada 20 perhentian wajib di tiap arah.

Balap udara ini menimbulkan kontroversi karena menewaskan tujuh penerbang, dilansir dari Tribunnews.com (08/10/2020).

Kemunculan balap udara

Balap udara atau air race adalah olahraga balap menggunakan pesawat.

Balapan ini bisa menggunakan jalur yang telah ditentukan ataupun jalur lintas negara hingga lintas benua.

Pertandingan ketangkasan di udara ini digelar pertama kali pada tahun 1909 ketika ada pertemuan internasional di Reims, Prancis.

Para produsen pesawat menggunakan pertandingan balap udara udara untuk menunjukkan desain pesawat terbaru mereka.

Mayoritas pertemuan penerbang digelar di Prancis dan dihadiri banyak penerbang terkemuka.

Rivalitas kuat antarpenerbang terbukti sangat bagus untuk pengembangan pesawat.

Balap lintas benua digagas

Pada tahun 1919 Perang Dunia I telah selesai dan pandemi Flu Spanyol juga telah lewat.

Saat itu ide mengirim surat dengan pesawat dan penerbangan antarnegara bermunculan.

Namun, ada sebuah masalah yang menghalangi, yakni bepergian dengan pesawat dapat dikatakan tidak aman.

Banyak pesawat yang jatuh, terbalik saat mendarat, menabrak sesuatu, dan terbakar.

Untuk menunjukkan bahwa pesawat bisa menjadi alat transportasi jarak jauh yang aman, Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) memutuskan menggelar balap udara lintas benua.

Balap udara itu dimulai tanggal 8 Oktober 1919. Pesawat akan lepas landas dari Roosevelt Filed di Long Island, ujung timur AS.

Pesawat akan menuju ke pantai barat AS dan kemudian kembali ke Long Island.

Balapan ini menempuh jarak 5.200 mil dan akan ada 20 perhentian wajib.

Binghamton menjadi perhentian pertama ketika menuju ke barat dan perhentian terakhir ketika kembali ke timur.

Beberapa penerbangan mengikuti rute sebaliknya, lepas landas dari barat dan kemudian menuju ke timur dan kembali.

Korban berjatuhan

Ada dua kelompok penerbang Angkatan Darat AS yang lepas landas dari pantai timur dan barat menggunakan pesawat besayap ganda kokpit terbuka.

Namun, hal tidak berjalan sesuai dengan rencana karena para penerbang mendapat banyak halangan.

Mereka diganggu oleh cuaca buruk, mesin yang berbahaya dan tidak dapat diandalkan, dan landasan udara yang tidak dipersiapkan dengan baik.

Dari 63 pesawat yang berpartisipasi, hanya ada delapan yang berhasil menyelesaikan balapan.

Ada 54 kecelakaan pesawat, banyak pendaratan darurat, dan tujuh kematian.

Karena ada banyak korban, Bigjen William Mitchell, sang penggagas balapan, dituduh telah melakukan pembunuhan.

Meski demikian, orang Amerika terpesona pada balapan ini dan ada lonjakan ketertarikan pada semua hal tentang penerbangan.

Perpustakaan mulai diisi buku-buku aeronautika. The New York Times bahkan menulis delapan berita tentang balapan itu di halaman depan.

Ada banyak kerumunan di tempat perhentian pesawat sehingga polisi harus menertibkan mereka.

Beberapa bulan kemudian, Pos AS mulai mengirim surat dengan pesawat menggunakan jalur yang pernah dipakai dalam balap udara tersebut. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: