Bakar 60.000 Jagung di Jember Pecahkan Rekor Muri

aktualcom/indolinear.com
Selasa, 21 November 2017
loading...

Indolinear.com, Jember  – Kegiatan membakar jagung sebanyak 60.000 buah yang berlangsung di Desa Kemuningsari Kidul, Kabupaten Jember, Jawa Timur berhasil memecahkan rekor di Museum Rekor Indonesia (MURI). Kegiatan ini digelar di lapangan desa setempat.

Kegiatan pesta rakyat yang bertema “Desa Berdaulat Pangan” tersebut dihadiri oleh Bupati Jember Faida, anggota MURI, pihak muspika Kecamatan Jenggawah, dan puluhan ribu warga desa setempat.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan pesta rakyat dengan membakar jagung sebanyak 60 ribu jagung, sehingga masuk dalam pemecahan rekor MURI,” kata Bupati Jember Faida saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Menurutnya kegiatan itu membuktikan akan kebangkitan pemuda petani yang ada di Kabupaten Jember, sehingga bisa menjadi contoh untuk para pemuda yang lain untuk ikut berperan aktif terhadap pertanian di wilayah setempat.

Kepala Desa Kemuningsari Kidul Sujarwo Hadiono mengatakan kegiatan bakar jagung massal tersebut merupakan salah satu wujud rasa syukur warga yang mayoritas sebagai petani atas panen jagung yang melimpah di desa setempat.

“Kegiatan membakar 60.000 jagung yang merupakan hasil panen petani itu merupakan puncak petik jagung dan membuktikan bahwa petani di Desa Kemuningsari Kidul berhasil mewujudkan swasembada jagung yang digerakkan oleh para pemuda,” katanya.

Sementara Koordinator Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Ali Murtadho mengatakan bangsa yang kuat adalah bangsa yang dapat mencukupi kebutuhan pangan dan didukung potensi alam yang luar biasa, sehingga diharapkan Indonesia mampu menjadi lumbung pangan dunia.

“Kegiatan bakar jagung yang berhasil memecahkan rekor MURI itu merupakan momentum kebangkitan pemuda tani karena sebagian besar petani di Indonesia berusia 50an, sehingga pemuda harus didorong untuk kembali mencintai dunia pertanian,” tuturnya.

Dengan kegiatan tersebut, lanjut dia, Gempita mengajak generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian dengan menunjukkan bahwa petani bisa menjadi entrepreneur dan petani bisa menjadi kaya, sehingga harapan pemerintah untuk swasembada pangan bisa tercapai.(Gie)