Bahaya Duduk Terlalu Lama Bagi Kesehatan, Tingkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Sabtu, 7 November 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Bahaya duduk terlalu lama mungkin masih tidak dihiraukan oleh sejumlah orang. Padahal, akan ada banyak masalah yang bisa menghampiri saat kalian duduk terlalu lama. Terlebih saat ini banyak sekali pekerja yang duduk lama sembari menatap layar monitor.

Oleh karenanya, bahaya duduk terlalu lama kian menghantui kalian, terutama bagi pekerja kantoran. Mulai dari obesitas, lemahnya kekuatan otak hingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Agar bisa lebih bijaksana lagi, kalian harus mengetahui bahaya duduk terlalu lama lainnya.

Melansir dari Merdeka.com (05/11/2020), simak ulasan informasinya berikut ini.

Tingkatkan Risiko Obesitas

Bahaya duduk terlalu lama bagi kesehatan yang pertama yakni mampu meningkatkan risiko terkena obesitas. Overweight atau obesitas merupakan suatu kondisi di mana seseorang mengalami kelebihan berat badan. Hal ini karena adanya penumpukan lemak dalam tubuh seseorang. Sehingga bisa menyebabkan kegemukan.

Lantas apa hubungannya dengan duduk terlalu lama? Tanpa disadari, duduk terlalu lama mampu memicu kalian untuk makan lebih banyak. Baik itu camilan ataupun makanan berat. Sehingga secara tak sadar pula berat badan kalian akan mengalami kenaikan. JIka tidak dikontrol, maka memungkinkan bagi kalian akan mengalami masalah overweight. Obesitas tentu bisa memicu timbulnya penyakit lainnya pada tubuh.

Tingkatkan Risiko Diabetes

Bahaya duduk terlalu lama bagi kesehatan yang kedua adalah bisa meningkatkan risiko terkena diabetes. Tahukah kalian, duduk terlalu lama mampu meningkatkan tekanan darah serta kadar gula darah seseorang. Selain itu juga bisa meningkatkan lemak tubuh di sekitar pinggang dan bisa memicu kadar kolesterol menjadi abnormal.

Duduk terlalu lama bisa menyebabkan otot membakar lemak yang sedikit, sirkulasi darah menjadi lebih lamban serta membuat asam lemak lebih mudah menyumbat peredaran darah ke jantung. Akibatnya, pankreas dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang berlebih di mana bisa menyebabkan penyakit diabetes.

Tingkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Tak hanya itu, bahaya duduk terlalu lama juga bisa membuat seseorang terkena penyakit kardiovaskular. Ya, duduk terlalu lama bisa meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular. Hal ini karena otot-otot dalam tubuh hanya mampu membakar lemak dalam jumlah sedikit. Kemudian, otot-otot tubuh juga membuat aliran darah tidak bisa mengalir secara semestinya.

Akibatnya, asam lemak mampu untuk menyumbat jantung kalian. Sehingga risiko terkena penyakit jantung juga semakin meningkat. Selain itu juga bisa menyebabkan munculnya penyakit kardiovaskular lainnya, tekanan darah tinggi hingga meningkatkan kadar kolesterol pada seseorang.

Lemahnya Kekuatan Otak dan Otot

Bahaya lainnya yang menghantui orang-orang duduk terlalu lama adalah melemahnya kekuatan otak dan otot. Duduk di depan komputer mampu membuat kalian mengerjakan pekerjaan dengan menggunakan otak untuk berpikir. Namun tahukah kalian jika sebenarnya duduk terlalu lama bisa juga melemahkan kekuatan otak. Jika bergerak, maka otot juga akan bergerak memompa darah dan oksigen ke otak. Hal ini akan memicu pelepasan zat kimia dalam otak.

Sebaliknya, jika duduk terlalu lama maka fungsi otak akan menjadi lambat. Ini karena peredaran darah serta oksigen ke otak juga berjalan lebih lambat dari semestinya. Tak hanya itu, duduk terlalu lama juga membuat otot sering tidak digunakan. Apalagi kalau kalian lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk dibanding berdiri, berjalan-jalan atau melakukan kegiatan lainnya.

Hal itu tentu dapat memicu melemahnya kekuatan pada otot. Perlu untuk diketahui saat berdiri, otot perut kalian akan menegang dan membuatnya bekerja. Akan tetapi sebaliknya, saat duduk, maka otot perut tidak digunakan sehingga mampu melemahkan nya.

Sakit pada Leher dan Tulang Belakang

Bahaya duduk terlalu lama yang terakhir adalah bisa memicu timbulnya rasa sakit di leher serta tulang belakang. Bukan tanpa alasan yang tak jelas. Hal ini karena duduk terlalu lama ditambah pula dengan posisi tang tidak nyaman justru membuat tulang leher menjadi tegang. Selain itu juga bisa menyebabkan timbulnya rasa nyeri pada punggung.

Sebab, duduk terlalu lama mampu menambah tekanan pada tulang belakang. Tak hanya itu, aktivitas ini juga bisa menyebabkan adanya tekanan tambahan pada cakra, yang menyusun tulang belakang. Sehingga mampu menimbulkan rasa sakit pada leher dan tulang belakang para pekerja.

Cara Mengatasi Risiko Duduk Terlalu Lama

Bagi pekerja kantoran memang sulit untuk mengurangi waktu duduk kala bekerja. Namun sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena penyakit akibat duduk terlalu lama. Berikut cara mengatasi risiko duduk terlalu lama:

  • Pasang pengingat tiap 30 menit agar bisa berdiri sejenak atau sekedar berjalan-jalan sebentar di sela waktu kerja
  • Cobalah untuk mengetik sembari berdiri beberapa saat selama bekerja
  • Berdiri serta berjalan kala menelepon atau hendak berdiskusi dengan tim kerja
  • Gunakan tangga dibanding lift bila hanya naik atau turun 1-2 lantai
  • Gunakan kursi ergonomis yang mampu mendukung postur tubuh saat duduk
  • Pilih berdiri dalam bus atau kereta saat pulang dari beraktivitas
  • Mengganti saluran televisi dengan mendekatinya, jangan menggunakan remote control
  • Lakukan hobi beraktivitas seperti memasak, menari atau bersepeda
  • Bersihkan rumah saat ada waktu luang karena hal itu bisa menyehatkan tubuh (Uli)
INFORMASIKAN PADA SAHABAT: