Bahas EBT, BKSAP Menerima Kunjungan Anggota Parlemen Dan Dubes Inggris

FOTO: dpr.go.id/ndolinear.com
Kamis, 16 Juni 2022

Indolinear.com, Jakarta – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana terus mendorong terwujudnya pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang lebih ramah lingkungan sebagai salah satu solusi di tengah tantangan penggunaan energi fosil saat ini.

Hal tersebut merupakan salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan dengan the UK Prime Minister’s Trade Envoy tu the Philippines, Malaysia, Indonesia and the ASEAN Economic Community (Chair untuk WFD Board of Governors) Richard Graham dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins, di Ruang Delegasi DPR RI, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, dilansir dari Dpr.go.id (15/06/2022).

“Renewable energy ini menjadi satu solusi yang terbaik untuk ke depan tentu pertama untuk lebih ramah lingkungan, yang kedua juga harga menjadi sangat rendah sehingga menjadi satu solusi yang terbaik dan bahasan kita tadi cukup konkrit, bagaimana kita bekerja sama untuk mengembangkan renewable energy ini, pembahasan juga mengenai undang-undang kita yang sedang kita bahas renewable energy,” ujar Putu Supadma.

Ia menambahkan, di Inggris, penggunaan EBT melalui wind energy sudah mencapai 50 persen. Melihat hal tersebut, menurut Putu Supadma, Indonesia juga harus memiliki semangat yang sama untuk menuju ke EBT. Mengingat Indonesia memiliki sumber energi yang luar biasa seperti angin, matahari dan energi lainnya.

“Di Inggris tadi disampaikan dari 5 persen, sekarang sudah 50 persen menggunakan wind energy tertentu menjadi satu semangat baru buat kita untuk menuju kesana, kita Indonesia Sudah saatnya saya pikir negara semua akan mengalami transisi dari fosil energi ke renewable energy dan kita adalah negeri yang begitu sangat beruntung karena memiliki source of energy yang itu luar biasa baik berupa angin, matahari, arus laut maupun geothermal,” imbuh politisi Partai Demokrat ini.

Untuk itu, Anggota Komisi VI DPR RI itu menilai pertemuan dengan Richard Graham dan Dubes Owen Jenkins ini merupakan momentum baik untuk terus menjalin kerja sama antar dua negara, juga dengan Westminster Foundation for Democracy (WFD) yang merupakan sebuah badan publik Inggris Raya yang didedikasikan untuk memperkuat demokrasi di seluruh dunia.

Selain isu mengenai renewable energy, dibahas pula isu lain berkaitan dengan green economy, Sustainable Development Goal’s (SDG’s), serta berbagai hal untuk terus mendorong demokrasi. Selain itu, tambah Putu Supadma, DPR RI melalui BKSAP juga menyampaikan akan terus bekerja sama secara khusus dengan WFD dalam mempromosikan demokrasi, green economy serta bagaimana lingkungan agar tetap terjaga.

“Bagaimana masyarakat juga akan terlibat dalam peningkatan ekonomi dan yang terpenting juga adalah bagaimana tentu pada akhirnya semua peningkatan ekonomi ada manfaat yang seluas-luasnya untuk masyarakat dan memang pertumbuhan harus dijaga, lingkungan harus dijaga. Dan yang terpenting dalam masyarakat harus mendapatkan manfaat itulah esensi daripada green economy yang memang ke depan kita gaungkan bersamaan,” tutup legislator daerah pemilihan (dapil) Bali tersebut. (Uli)