Bagi Pasangan Pasutri Sibuk, Ini Kunci Agar Hubungan Bahagia

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Minggu, 3 Maret 2019

Indolinear.com, Jakarta – Menjadi pasangan suami istri (pasutri) bukan hal yang mudah. Menyeimbangkan urusan pekerjaan, anak-anak, dan hubungan dengan pasangan bisa menjadi masalah jika tidak berjalan dengan baik.

Walaupun begitu, ada sebuah cara yang sangat sederhana agar hubungan pasutri tetap bisa berjalan dengan baik. Bukan dengan jalan-jalan dan meninggalkan anak Anda di rumah, tidak juga menggunakan uang untuk barang-barang mewah.

Penulis buku Time to Parent, Julie Morganstern mengatakan bahwa cara terbaik menjaga hubungan adalah dengan saling terhubung tiga sampai lima kali dalam sehari. Jika tidak sempat, hal ini bisa dilakukan baik dengan telpon singkat, pesan teks, hingga mengobrol sebelum mengakhiri hari.

“Titik hubungan yang membina ini adalah koneksi dasar yang membuat ada seseorang berada dalam tim Anda,” kata Morganstern seperti dilansir dari Liputan6.com (02/03/2019).

Berbagi tugas

Dia sendiri mewawancarai lebih dari 100 pasangan untuk bukunya. Morganstern mengatakan, di pernikahan yang solid namun sangat sedikit waktu untuk bersama, mereka memiliki apa yang disebut “daily glue” atau “perekat harian.”

Cara komunikasi inilah yang dianjurkan untuk merekatkan hubungan pasutri.

“Jika saya melakukan itu, saya akan tahu apakah dia mengalami hari yang baik atau buruk, atau dia tidak berjalan dengan baik. Ketika saya melihat pasangan di akhir hari, saya sudah tahu apa yang terjadi. Mereka tidak perlu menghabiskan setengah jam untuk menceritakan pada saya karena kita tidak akan kehabisan waktu,” kata Morganstern pada GoodHousekeeping.com.

Tetap dekat dengan anak

Selain itu, pasangan dengan anak-anak juga disarankan untuk saling terhubung. Jika tidak punya waktu untuk bertatap muka, gunakan media komunikasi yang ada seperti pesan teks atau bahkan surat elektronik.

“Sehingga semuanya tetap pada jalur dan bisa masuk ke dalam tugasnya ketika mereka siap.” Di sisi lain, cara ini juga memungkinkan orangtua untuk bisa memanfaatkan waktunya dalam beristirahat.

“Anda tetap dekat. Anda tetap mendapatkan informasi. Anda benar-benar mengendalikan kesulitan, kegembiraan, dan frustrasi, hari-hari bahagia yang menyedihkan. Anda tetap terhubung,” kata Morganstern. (Uli)