Avanza Tersesat di Gunung Putri Majalengka, Langgar Pantangan Ini Saat Cuaca Berkabut

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 18 Februari 2021
loading...

Indolinear.com, Majalengka – Misteri mobil Avanza yang tersesat di hutan Gunung Putri, Majalengka, Jawa Barat, menyedot banyak perhatian.

Terlebih sang sopir mobil Avanza bernomor polisi Z 1167 LD menceritakan kisah horor yang dialaminya bersama enam anggota keluarganya saat perjalanan pulang dari Cirebon menuju Tasikmalaya pada Jumat (12/2/2021) malam.

Warga sekitar menyampaikan banyak kejadian mistis di lokasi Avanza yang tersesat tersebut.

Peristiwa tersesatnya mobil di hutan Gunung Putri baru pertama kali ini terjadi. Namun, peristiwa mobil mogok sering terjadi di kawasan ini.

Hal itu dikatakan Muhamad Yana (37) saat ditemui di warungnya yang berada tak jauh dari jalan menuju hutan di kawasan Gunung Putri, Senin (15/2/2021).

Yana sering menjumpai kendaraan yang mogok saat melaju di jalan Maniis-Panjalu.

Jalan alternatif menuju Tasikmalaya itu, menurutnya, menyimpan banyak cerita mistis yang masih dipercayai warga hingga saat ini.

“Pernah ada dari Cirebon mobilnya mogok dan saya lihat itu di dalamnya kayak ada penumpang banyak. Tapi pas pengemudinya turun dan ke warung saya, ternyata dia sendirian. Jadinya dia nginap di sini dan paginya mobil nyala lagi,” jelas dia, dilansir dari Tribunnews.com (17/02/2021).

Yana menjelaskan, jalan tersebut merupakan jalur alternatif menuju Tasik yang paling dekat dibanding yang lain.

Karena itu, banyak kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.

“Jalan ini memang kalau mau ke Tasik dari arah Cirebon lebih dekat, bisa lebih cepat satu jam, makanya banyak yang lewat sini,” ucapnya.

Menurutnya, ada satu mitos yang tidak boleh dilanggar oleh siapa pun yang melintasi kawasan tersebut, yaitu dilarang mengeluhkan kondisi jalan yang gelap tertutup kabut.

“Kalau lewat pas kabut turun, jangan bilang gelap. Biasa saja dan sopan. Itu kata orang-orang tua di sini. Kabut biasanya turun itu saat musim hujan hampir tiap hari. Daerah sini cerita mistisnya masih kental,” katanya.

Yana sempat mendatangi lokasi mobil warga Tasikmalaya yang tersesat di tengah hutan.

Saat itu, ia melihat sendiri kondisi jalan di lokasi yang tertutup material longsoran.

“Saya penasaran, jadi ke lokasi. Di lokasi yang nyasar banyak pohon bambu dan kaliandra. Longsor dua titik, jadi pas mobil itu masuk sepertinya baru terjadi longsor,” ucapnya.

Selain itu, Yana juga mengaku banyak pengendara yang melihat ular dan gerbang emas di kawasan tersebut.

Bahkan tidak sedikit juga pengendara yang mengalami kecelakaan di Jalan Maniis-Panjalu.

“Tamu yang makan suka lihat ada ular, ada gapura dari emas. Kemudian di bawah ada pohon besar, di sana banyak yang kecelakaan katanya ada anak kecil ada orang tua. Kebanyakan yang kecelakaan itu pendatang, bukan warga sini,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Asep Saefulrohman, Kepala Dusun I Desa Maniis.

Menurutnya, memang hal mistis di kawasan itu masih ada dan seringkali terbukti.

Ia pun berpesan kepada pengendara yang melintas untuk selalu berhati-hati dan yang terpenting memanjatkan doa selama di perjalanan.

“Makanya yang lewat sini sering-seringlah istighfar dan berhati-hati,” kata dia.

Sang pengemudi Avanza, Enjang Imron (48) mengungkap awalnya ia tak menyangka, perjalanannya bisa tersesat di hutan Gunung Putri, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Majalengka.

Baginya, pengalaman tersesat tersebut merupakan sebuah pengalaman horor.

Kala itu, pemilik bengkel mobil yang tinggal di Jalan Panunggal, Kampung Ciawi, Kelurahan/Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat ini hendak pulang ke Tasik setelah menengok keluarga dekat yang sakit di Cirebon.

Enjang tak sendirian, di dalam mobil rental Toyota Avanza yang dikendarainya, ada juga rombongan keluarganya.

Jadi, selain Enjang, penumpang mobil tersebut adalah Aen (60), warga Jalan Paseh; Engkoy (65), Makmur (80), dan Deuis (50) ketiganya warga Karikil, Kecamatan Mangkubumi; Ade (45) warga Jalan Letjen Ibrahim Adjie, dan Adel (4), putra bungsu Enjang.

Awalnya, mereka menunaikan Salat Magrib terlebih dahulu di sebuah masjid sebelum memasuki kawasan Jahim, Majalengka.

Setelah salat, mereka pun melanjutkan perjalanan.

Namun, bukannya melalui jalur utama via Kawali, Ciamis, Enjang justru sengaja memilih jalur alternatif via kawasan Jahim, Majalengka.

Ketika waktu mulai menunjukkan pukul 19.30 WIB, Enjang mulai tak enak hati.

Tiba-tiba ia melihat ada kabut dan juga seperti ada jurang di depannya.

Sepengetahuannya, jalan tersebut merupakan jalan menuju Tasikmalaya.

Namun, melihat kondisi itu entah mengapa Enjang membelokkan mobilnya langsung ke arah kiri.

Padahal, ia sebenarnya bisa berhenti dulu melihat situasi.

Tak disangka, mobil yang dikendarai mulai memasuki jalan rusak setelah melaju sekitar 1 kilometer.

Enjang tetap melajukan mobilnya.

“Entah kenapa, walau perasaan tak enak semakin menerpa, saya terus saja melaju ke depan. Padahal jalan tambah tak karuan dan gelap gulita,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Senin (15/2/2021) sore.

Saat berada di jalan rusak itu, Enjang tak berniat meminggirkan mobilnya atau berbalik arah.

Anehnya, Enjang merasakan di depannya seperti ada perkampungan.

Tak hanya itu, samar-samar ia juga mendengar suara azan.

“Tapi setelah berjalan sekitar 5 km, medan malah tambah berat dan perkampungan pun ternyata tidak ada,” kata Enjang.

Dia akhirnya memutuskan untuk memberhentikan kendaraannya dengan maksud untuk berbalik arah.

Karena jalanan sempit dan jelek, Enjang harus susah payah memutar balik kendaraannya.

Akhirnya, ia pun berhasil memutar arah. Namun setelah itu, hal tak terduga kembali menimpanya.

Tiba-tiba ban mobilnya ada yang pecah karena melintas batu tajam. Akibat hal tersebut, perjalanan Enjang berhenti.

“Saat itu waktu menunjukkan pukul 21.00 dan kemudian turun hujan sehingga tak bisa mengganti ban,” ujar Enjang.

Karena posisinya tidak pas, Enjang pun sempat memundurkan mobilnya.

Setelah itu, ada lagi yang membuat perasaan Enjang tambah khawatir.

Beberapa menit setelah mobil mundur, tiba-tiba muncul longsor di depan mobil dan langsung menutupi jalan.

Jika saja Enjang terlambat memundurkan kendaraan, bisa dipastikan mobil tertimpa longsor dan kemungkinan besar terseret masuk jurang di sebelah kiri.

“Saya sempat berhenti sekitar dua menit setelah ban pecah. Karena posisinya tidak pas, lalu dimundurkan dan tak lama longsor terjadi di lokasi mobil berhenti,” kata Enjang.

Enjang sebenarnya sudah turun dan hendak mengganti ban mobilnya.

Namun, niat tersebut diurungkannya.

“Setelah itu saya ke luar bermaksud mengganti ban. Tapi saya buru-buru naik mobil lagi, setelah ada suara mirip meminta tolong dan minta ampun,” ujar Enjang.

Enjang pun akhirnya menyuruh kerabatnya, Ade, menghubungi temannya di Majalengka untuk meminta tolong.

Beberapa jam kemudian, Sabtu (13/2/2021) dini hari, barulah pertolongan tiba.

“Yakni datang dua anggota polisi bersama sejumlah warga. Saya langsung plong dan sangat terharu, karena lepas dari suasana horor selama beberapa jam,” ujar Enjang.

Ia bersama keluarganya kemudian dievakuasi menuju pertigaan.

“Setelah itu kami dipulangkan dengan menggunakan mobil bantuan,” kata Enjang.

Tembus jalan berkabut saat evakuasi

Kapolres Majalengka, AKBP Syamsul Huda melalui Kapolsek Cingambul, AKP Udin Saepudin mengatakan mobil tersebut tersesat sejauh 5 km dari jalan raya.

“Saat itu, tiga anggota kami dengan mengenakan jaket warna hitam dan dibantu 1 satu warga melakukan pencarian 7 warga yang tersesat menuju hutan gunung putri Blok Maniis Tonggoh Desa Maniis akibat oleh kabut tebal dan hujan yang cukup deras dan pengemudi belum mengenal jalan,” ujar AKP Udin saat dikonfirmasi.

AKP Udin menceritakan, saat itu anggota piket jaga Polsek Cingambul mendapatkan informasi dari masyarakat adanya kejadian kendaraan tersesat menuju hutan Gunung Putri Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis.

Hal itu, akibat kabut tebal dan hujan cukup deras dan pengemudi belum mengenal jalan.

“Selanjutnya, para anggota Polsek Cingambul Aipda II Kustianto, Aipda Hadi Riyanto, dan Bripka Yanuar melakukan pencarian dengan dibantu oleh 1 warga sekitar menyusuri jalan yang diduga jalur yang dilewati oleh kendaraan yang tersesat,” ucapnya.

Dikatakan Kapolsek, pencarian para penumpang mobil tersebut dengan berjalan kaki karena jalan tersebut tertutup longsor beberapa titik.

Akhirnya, kendaraan dapat ditemukan pada, Sabtu (13/2/2021) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

“Kemudian, semua penumpang dan pengemudi dievakuasi menuju rumah warga dalam keadaan selamat dengan dibantu warga,” jelas dia.

Dugaan mobil tersesat

Paur Subbag Humas Polres Majalengka Aipda Riyana mengatakan keluarga tersebut tersesat diduga lantaran jalan tertutup kabut, sehingga menyulitkan sopir mengendarai mobil.

ÔÇťAkibat dari kabut tebal dan hujan yang cukup deras kemudian pengemudi belum mengenal jalan,” ujar dia melalui keterangannya kepada Kompas.com.

Kepala Dusun I Desa Maniis Asep Saepul Rohma mengatakan kemungkinan pengemudi mobil avanza tersebut lelah sehingga jalan yang seharusnya lurus karena tertutup kabut seolah seperti jurang.

“Memang kalau dia lurus itu bisa ke Tasikmalaya. Mungkin karena ia lelah atau apa, akhirnya ia melihat jurang di depannya. Dia waktu itu belok kiri. Dia juga tidak terasa kalau jalan dilaluinya itu semak-semak dan penuh batu,” ungkapnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: