Asuka Takahashi, Siswi SMA Di Jepang yang Akrab Dengan Sampah Plastik

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 31 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Tokyo – Asuka Takahashi , seorang pelajar SMA kelas 3 di Chichibu Jepang sejak kecil sudah mencintai dunia lingkungan hidup.

“Awalnya saya senang buku-buku terkait lingkungan hidup sejak sekolah dasar. Belakangan melihat berbagai program TV NHK, saya semakin jatuh cinta dan memutuskan hidup untuk lingkungan hidup dan melalui bidang ini berusaha untuk membahagiakan orang lain,” papar Asuka Takahashi, dilansir dari Tribunnews.com (29/12/2020).

Pelajar SMA belajar merakit sampah plastik menjadi aksesori yang indah, mulai anting-anting, kalung, dan sebagainya dari sampah plastik.

“Semua inisiatif saya, meskipun orangtua tentu saja mendukung impian saya ini aktif di bidang lingkungan hidup,” ujarnya.

Di sekolah SMA di Takahashi, anak dari pedagang ritel itu, jadi terkenal setelah dirinya muncul di TV NHK bicara mengenai lingkungan hidup dan karyanya menciptakan aksesori dari sampah plastik.

“Hasil penampilan saya di TV NHK, setelah itu muncul tawaran dari sebuah perusahaan daur ulang di Jepang Tengah untuk bekerja di sana,” kata dia.

“Belum pasti ya. Saya ditawari bos perusahaan itu bekerja di sana. Tentu orang tua senang mendengar hal itu. Karena filosofi kantornya sesuai pula dengan saya untuk membahagiakan orang lain melalui pelestarian lingkungan hidup, termasuk daur ulang sampah menjadi sesuatu yang berguna bagi masyarakat,” jelasnya.

Asuka Takahashi akan menyelesaikan pendidikannya 3 bulanlagi atau Maret 2021. Tapi Takahashi tak sabar lagi untuk segera bekerja di perusahaan yang ada di Jepang Tengah itu.

Takahashi mengaku masih single alias belum punya pacar.

“Saya mana saja tak masalah yang penting dia mau mencintai saya secara tulus dan baik hati mendukung impian saya di bidang lingkungan hidup,” kata Takahashi saat ditanya apakah ingin memiliki pacar orang asing atau orang Jepang.

Karya-karyanya dapat dilihat di https://www.instagram.com/asuka__313/ hasil pekerjaan tangannya sendiri dengan modal dari kerja sambilan yang dikumpulkannya sedikit demi sedikit.

“Saya dengar Indonesia sangat cantik terutama Bali ya, mungkin suatu waktu saya mau ke Bali juga, termasuk melihat daerah di sana yang mungkin bisa saya bantu untuk pelestarian lingkungan hidup serta bisa membantu masyarakat setempat,” katanya bicara soal kemungkinan berkunjung ke Indonesia.

Anak pertama dari tiga bersaudara ini sebelumnya memiliki cita-cita ke Galapagos. Namun dengan munculnya pandemi corona, rencananya jadi tertunda.

“Kalau keadaan sudah normal kembali saya akan memikirkan kembali ke mana mesti pergi terkait lingkungan hidup, apakah ke Asia Tenggara termasuk Bali masih belum tahu nantinya. Menunggu pandemi Corona ini reda dulu. Yang penting saya harus bisa memberikan kebahagiaan kepada masyarakat dengan perhatian dan upaya saya di bidang lingkungan hidup,” ujar dia. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: