Astra International Menginvestasi US$40 Juta Ke Startup Sayurbox Dan Halodoc

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Selasa, 4 Mei 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – PT Astra International Tbk menanamkan investasi pada dua startup teknologi di awal tahun ini. Keduanya adalah Sayurbox dan Halodoc, masing-masing dengan nilai investasi US$ 5 juta dan US$ 35 juta.

Investasi tersebut melanjuti investasi Astra Grup ke Gojek pada 2018 dan 2019. Investasi ini sebagai bagian dari inisiatif strategis untuk mempercepat transformasi digital kelompok usaha raksasa di Indonesia ini.

Sayurbox adalah platform e-commerce grocery farm-to-table dan distributor fresh goods, sedangkan Halodoc merupakan platform kesehatan berbasis online. Grup merupakan investor utama pada funding rounds baru dari kedua startup asal Indonesia ini.

Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur Astra International, menjelaskan digitalisasi sudah banyak dilakukan oleh peruahaan pada beberapa tahun teraakhir. Investasi ke perusahaan rintisan teknologi dilakukan bukan hanya untuk pertumbuhan in-organic, tapi juuga supaya Astara tetap relevan dengan kemajuan zaman.

“Sayurbox dan Halodic memiliki business case yang jelas dan baik. Seperti Halodoc yang punya visi dan misi memanfaatkan teknologi untuk mengurangi akses layanan kesehatan di Indonesia. Investasi ini selain untuk modernisasi, juga karena kami ingin lebih agresif mencari peluang pertumbuhan secara inogranic terutama startup teknologi,” ujar Djony saat jumpa pers daring usai RUPST Astra International, dilansir dari Merdeka.com (03/05/2021).

Djony tidak bisa menyebutkan berapa nilai investasi yang disiapkan Astra untuk masuk ke bisnis startup teknologi. Yang jelas, setiap peluang yang ada dinilai, terutama sektr-sekir usaha yang berkembang seperti pertumbuhan usahanya, disrupsinya, dan sebagainya.

“Kami miliki tim yang mampu mengkaji peluang-peuang bsnis digital itu,” ujarnya.

Menurutnya, masuknya Astra ke ranah startup teknolohgi bersifat jangka panjang. artinya strategi investasi ini belum berdanmpak terhaadaii minerja peruahaa di jangka pendek dan jangka menengah.

Pembagian Dividen Rp 4,6 Triliun

PT Astra International Tbk mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2021 pada Kamis (22/4).

Rapat tersebut memutuskan beberapa hal, antara lain memberikan dividen senilai Rp 4,6 triliun atau Rp 114 per saham, yang diambil dari laba bersih perseroan tahun buku 2020 sebesar Rp 16,1 triliun.

Kedua, sisa laba bersih sebesar Rp 11,5 triliun dibukukan sebagai laba ditahan perseroan. Kemudian menerima pengunduran diri Mark Spencer Greenberg selaku Komisaris Perseroan. (Uli)