Asal Usul Traction Control Pada Mobil Dan Memahami Peran Pentingnya

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Senin, 9 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Salah satu peranti safety modern dan mendasar pada sebuah kendaraan adalah Traction Control. Fitur ini mempunyai sebutan lain seperti Vehicle Stability Control atau Electronic Stability Programe.

Teknologi ini sudah cukup lama diperkenalkan. Pertama kali ditemukan oleh Frank Werner-Mohn, Safety Engineer for Mercedes-Benz, sekitar 1990-an.

Pada dasarnya alat ini menggabungkan Engine Control Unit (ECU) dengan sensor Anti-lock Braking System (ABS). Sensor tersebut mendeteksi adanya selip dari roda, sehingga mesin secara otomatis mengurangi daya supaya pengemudi dapat kembali mengontrol mobilnya.

Traction Control (TC) saat ini jauh lebih canggih dibanding model awalnya. Beberapa mobil bisa menyalurkan pengereman cukup pada ban yang kehilangan traksi atau mengurangi tekanan boost, jika mobil tersebut bermesin turbo.

Fitur keselamatan ini kerap aktif dalam kondisi ban selip, terutama pada saat membelok. Paling sering adalah pada saat oversteer di mana bagian belakang mobil lebih dulu hilang kendali, atau understeer saat mobil tidak berbelok sesuai dengan input dari setir.

Sistem TC dinilai sebagai salah satu teknologi krusial yang bisa menyelamatkan banyak nyawa. Oleh sebab itu Mercedes-Benz memberikan hasil temuannya ke merek lain tanpa memungut biaya sedikit pun, demi keselamatan bersama, dilansir dari Liputan6.com (07/05/2022).

Di Negara Tertentu Jadi Fitur Wajib

Tidak hanya itu peranti ini sudah diwajibkan di banyak negara, termasuk pada mobil murah sekalipun. TC sudah menjadi kewajiban pada mobil baru di Kanada tahun 2011, Amerika Serikat di tahun 2012 dan di Eropa pada tahun 2014.

Sebagai contoh, mengutip caranddriver.com, mobil baru termurah di Amerika Serikat saat ini adalah Chevrolet Spark dengan banderolan 14.595 USD atau Rp 210,7 juta (dengan kurs 1 USD = Rp 14.437,05). Mobil ini sudah dilengkapi TC untuk semua tipe.

Sebaliknya di Indonesia, Honda Brio RS manual dengan banderol Rp 209 juta tidak dilengkapi dengan TC. (Uli)