Asal-Usul Friday the 13th Kenapa Dianggap Begitu Menakutkan?

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Selasa, 14 September 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Friday the 13th kembali terjadi pada hari ini, Jumat (13/8/2021). Kombinasi hari Jumat dan tanggal 13 bagi sebagian orang dianggap sebagai ‘kesialan’, bahkan ada fobia terhadapnya dengan sebutan paraskavedekatriaphobia.

Kenapa Jumat tanggal 13 dianggap begitu mengerikan?

Tak ada yang tahu pasti mengapa Jumat tanggal 13 begitu dianggap mengerikan. Tapi takhayul Friday the 13th mungkin sudah terlanjur menjadi bagian dari budaya populer.

Ada yang menyebut, mitos tersebut berawal dari acara makan-makan Dewa Norse di Valhalla yang berujung pertempuran. Sebanyak 13 dewa saling memukulkan palu, membuat Bumi jatuh ke dalam kegelapan dan mengalami musim dingin pertamanya.

Kemudian terkait Perjamuan Terakhir saat Yudas Iskariot, murid yang mengkhianati Yesus, adalah orang ke-13 yang duduk di meja. Sementara Yesus disalibkan pada hari Jumat.

Juga, konon, di hari Jumat Hawa menggoda Adam dengan ‘buah terlarang’.

Atau menurut versi buku Da Vinci Code karya Dan Brown yang menyebut, pada Jumat 13 Oktober 1307, terjadi perburuan dan pembantaian terhadap para Ksatria Templar, dilansir dari Liputan6.com (12/09/2021).

Terkait Peristiwa Menakutkan

Ahli sejarah menduga, itu mungkin terkait dengan peristiwa menakutkan beberapa abad lalu. Akarnya mungkin sampai zaman Alkitab — di mana tamu ke-13 Perjamuan terakhir mengkhianati Yesus dan menyebabkan penyaliban — yang dilangsungkan hari Jumat.

Tak hanya itu, Para Ksatria Templar ditangkap dan dieksekusi pada 13 Oktober 1307. Juga di hari Jumat.

Sejumlah orang juga mengkhawatirkan hal-hal buruk akan menimpa: kaki patah, pasar saham yang anjlok, atau sesuatu bisa memicu Perang Dunia III pada Jumat tanggal 13.

Benarkah orang harus mengkhawatirkan hari ini? Ilmuwan punya penjelasannya, seperti di bawah ini:

  1. Fakta Psikologis

“Jika tak ada yang repot-repot mengajarkan kita tentang takhayul negatif seperti Friday the 13th, hidup kita mungkin lebih baik,” kata Stuart Vyse, dosen psikologi Connecticut College, New London, Amerika Serikat.

Rasa takut yang berlebihan itulah permasalahan utamanya.

Stuart Vyse menambahkan, orang-orang yang percaya takhayul Friday the 13th mungkin menderita triskaidekaphobia atau takut pada nomor 13. Atau fobia terhadap Jumat tanggal 13, yang disebut paraskavedekatriaphobia atau paraskevidekatriaphobia.

Merekalah yang ‘bertanggung jawab’ menurunkan ketakutan itu pada anak-anak mereka.

  1. Analisa Numerologi

Dalam kacamata numerologi, 13 adalah angka yang sangat kuat dan “angka pergolakan” — yang jika digunakan untuk tujuan egois akan berujung malapetaka. Sebaliknya, membuka pintu mistis bagi peluang pembaharuan.

Thomas Fernsler, ilmuwan dari Mathematics and Science Education Resource Center, University of Delaware, Newark, mengatakan angka 13 ‘menderita’ karena posisinya setelah angka 12.

Mengapa? Menurut Fernsler, para numerolog menganggap angka 12 sebagai angka yang ‘lengkap’: ada 12 bulan dalam setahun, 12 tanda zodiak, 12 murid Yesus, 12 dewa Olympus.

Namun, interpretasi soal angka 13 tidaklah universal. Di Spanyol dan Yunani, Selasa tanggal 13 dianggap hari keberuntungan. Sementara orang Italia menganggap 13 sebagai angka keberuntungan, sebaliknya Jumat tanggal 17 membawa nasib buruk.

  1. Fakta Horor Friday the 13th

Buku, film-film makin melestarikan ketakutan terhadap hari Jumat yang kebetulan jatuh pada tanggal 13. Masih ingat film horor Friday the 13th yang tenar pada tahun 1980-an? Itu salah satunya.

Seperti dimuat Herald Sun, edisi 13 September 2013, salah satu kajian terkemuka terkait hal ini pernah dipublikasikan dalam British Medical Journal pada 1993. Studi tersebut menemukan risiko kecelakaan pada Friday the 13th lebih tinggi dari hari Jumat biasa.

Namun, bukan berarti takhayul itu benar. Studi serupa yang dilakukan Profeor Simo Nayha dari University of Oulu, Finlandia pada 2004 menemukan, wanita, khususnya, lebih berisiko meninggal dalam kecelakaan di tanggal itu, dibanding Jumat lainnya.

Kesimpulannya, “Friday the 13th mungkin berbahaya bagi perempuan, lebih karena rasa cemas yang ditimbulkan takhayul tersebut,” kata dia.

Profesor Nayha mengatakan, takhayul dapat mengganggu perilaku, “Dengan cara yang dapat merusak fungsi psikis dan psikomotorik, terutama dalam situasi yang menuntut konsentrasi.”

Di Amerika ada sekitar 20 juta orang yang mengalami kecemasan berlebih tiap Jumat tanggal 13. Sementara, pihak layanan darurat Australia justru mengatakan, tak ada istimewa dengan hari ini. “Bagi kami seperti hari-hari biasa,” kata juru bicara Ambulance Service, New South Wales, Australia.

Jumlah penumpang pesawat pun tak lantas berkurang. “Jumat tanggal 13 tidak mempengaruhi booking Qantas sama sekali,” kata juru bicara maskapai itu.

Apapun asal-usulnya, akhir Abad Pertengahan Jumat dan angka 13 dianggap pembawa sial. Dan kombinasi dari keduanya, Friday the 13th, dianggap bukan hari pembawa keberuntungan.

Empat tahun lalu, seorang remaja Inggris tersambar petir pada Jumat 13 Agustus 2010 tepat pukul 13.13. Dan boleh percaya boleh tidak, ia saat itu berumur 13 tahun!

Korban dihajar kilat saat menonton Festival Udara Lowestoft Seafront di Inggris. Namun, ia hanya menderita luka ringan. Dalam kasus ini, Friday the 13th menjadi keberuntungan.

Jika Anda tak punya alasan untuk mengira sesuatu yang buruk akan terjadi hari ini, Jumat tanggal 13, atau hari lainnya, Anda mungkin akan beruntung. Semua berawal dari pikiran. (Uli)