Asal Muasal Duel Man United Dan Leeds Dijuluki Derbi Mawar

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Minggu, 15 Agustus 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Premier League atau kompetisi teratas Liga Inggris musim 2021-2022 akan bergulir pada akhir pekan ini.

Berdasarkan jadwal, rangkaian pekan perdana Liga Inggris musim 2021-2022 bakal menyajikan laga-laga seru.

Salah satunya adalah duel bertajuk Derbi Mawar atau Roses Derby, mempertemukan Manchester United dan Leeds United.

Partai Man United vs Leeds United ini akan digelar di Stadion Old Trafford, Sabtu (14/8/2021) malam WIB.

Duel nanti akan menjadi pertemuan ke-80 kedua tim di semua kompetisi.

Lantas, kenapa duel antara MU dan Leeds United dijuluki Derbi Mawar?

Melansir dari Kompas.com (14/08/2021), Derbi Mawar atau Roses Derby bermula dari luar lapangan yang melibatkan perang saudara antara wilayah Lancashire dan Yorkshire yang bernama War of Roses.

Disebut War of Roses karena simbol kedua belah pihak. Man United sendiri merupakan bagian dari wilayah Lancashire dengan simbol mawar merah, sementara Leeds United berada di Yorkshire dengan simbol mawar putih.

Kedua keluarga kerajaan dari wilayah tersebut saling menjatuhkan dan membunuh satu sama lain untuk memperebutkan takhta Kerajaan Inggris pada abad ke-15.

Hingga pada akhirnya, Raja Henry VII dari wilayah Lancashire menikahi Putri Elizabeth yang merupakan putri dari Edward IV dari Yorkshire.

Pernikahan itu menjadi awal mula bersatunya kedua wilayah untuk membangun Kerajaan Inggris sampai saat ini

Namun, persaingan antara kedua wilayah tersebut rupanya tidak berhenti sampai di situ saja. Rivalitas kota Manchester dan Leeds muncul kembali ketika memasuki Revolusi Industri untuk berlomba dalam hal ekonomi.

Ternyata, persaingan panas di luar lapangan itu merambah hingga ke stadion oleh para penggemar sepak bola dari masing-masing wilayah. Salah satu bukti persaingan yang mungkin akan sulit dilupakan oleh kedua klub adalah pada semifinal Piala FA 1964-1965.

Dalam laga yang berakhir imbang 0-0 tersebut, para pemain dari kedua tim terlibat adu jotos karena pemain Manchester United, Nobby Stiles, melepaskan tekel keras kepada pemain Leeds United, Albert Johanneson.

Pada laga ulangan, Leeds United akhirnya menyudahi perlawanan Manchester United lewat gol tunggal Billy Bremner pada menit ke-89. Persaingan keduanya tidak hanya berhenti di Piala FA, tetapi di Divisi Utama Liga Inggris musim itu.

Setan Merah, julukan Man United, akhirnya keluar sebagai juara setelah hanya unggul selisih gol atas Leeds United yang berada di posisi kedua.

Sejak saat itu, rivalitas keduanya semakin bertambah sengit dalam perburuan gelar Liga Inggris.

Rivalitas kedua tim terus berlanjut, tidak terkecuali ketika fenomena hooliganisme marak di Inggris pada tahun 1970-an.

Perkelahian antara Leeds United Service Crew (sebutan bagi para hooligan Leeds United) dan Man United Red Army (sebutan bagi hooligan Manchester United) disebut sebagai perkelahian paling kejam antar-hooligan saat itu.

Untungnya bentrokan antara dua kelompok ini berangsur surut pada musim 1981-1982 setelah Leeds United terdegradasi ke kasta kedua Liga Inggris.

Namun, berselang delapan tahun kemudian, rivalitas itu kembali tumbuh setelah Leeds United langsung menggila di Liga Inggris usai promosi pada 1990-1991.

Berbagai fenomena pun sempat mengiringi rivalitas keduanya, mulai dari Leeds United meraih juara Liga Inggris pada 1991-1992 hingga perseteruan Alf-Inge Haaland dengan Roy Keane.

Kini, pertarungan sengit antara Manchester United dan Leeds United akan kembali tersaji pada musim 2021-2021.

Adapun, Leeds United kembali ke kasta teratas Liga Inggris pada musim lalu yaitu 2020-2021 setelah terdegradasi pada 2004.

Pada musim lalu, Man United unggul rekor pertemuan atas Leeds United dengan mencatatkan satu kemenangan dan satu hasil imbang. (Uli)