Artis Dengan Masa Tua Prihatin, Ada Yang Tinggal Di Gubuk

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Selasa, 15 September 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Roda kehidupan terus berputar seiring perkembangan zaman. Ada kalanya berda di atas dan beberapa saat kemudian berada di posisi terendah hidup mereka.

Itulah takdir sang maha kuasa yang tak pernah kita ketahui. Peristiwa atau pengalaman ini bisa terjadi di siapa pun, tidak hanya masyarakat biasa tapi kalangan selebritis Indonesia.

Banyak dari pesohor Tanah Air yang dulu hidupnya dipuja-puja saat di masa keemasannya tapi di masa tuanya mereka hidup memprihatinkan.

Bahkan namanya tak lagi terdengar di panggung hiburan tanah air seiring munculnya pemain-pemain baru.

Nah siapa saja artis yang di masa keemasannya dieluhkan dan hidup di masa tua sampai akhir hayat mereka memprihatinkan? berikut ulasannya yang dilansir dari Dream.co.id (13/09/2020).

  1. Laila Sari

Kalian pasti mengenal sosok Laila Sari. Nenek yang memiliki suara rock melengking itu tutup usia di kala umurnya menginjak 82 tahun. Dibalik sosok kocak dan energiknya, Laila Sari menyimpang kehidupan yang berbeda dari gemerlap panggung hiburan.

Nenek Laila harus terus berjuang menjadi tulang punggung keluarga diusia senjanya. Bahkan sebelum meninggal ia baru saja syuting di salah satu stasiun televisi. Karena hal itu yang bisa dilakukan untuk menyambung hidupnya.

Untuk makan sehari-hari, Laila harus menerima belasan kasih dari tetangga sekitar. Untuk makan dia memang begitu kesulitan bahkan dia rela kelaparan karena Laila Sari hanya mengandalkan penghasilannya dari syuting.

Tak hanya itu, untuk merenovasi kamar mandi di rumah di Kawasan di Jalan Bdila 1, No. 1, RT 003 RW 004, Tangkiwood, Mangga Besar, Jakarta Barat, Laila Sari tak mampu.

” Pas akhir-akhir sebelum meninggal. Dia cuma punya niat ingin punya uang buat memperbaiki ruang belakang yang bocor. Kamar mandinya kan ga bisa digunakan,” ujar Dani, keponakan Laila Sari, saat di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Selasa 21 November 2017.

  1. Ken Ken, Pendekar Wiro Sableng 212

Siapa tak kenal dengan tokoh jagoan fiksi, Wiro Sableng? Tenar di tahun 90-an, nama Ken Ken melambung saat memerankan serial Wiro Sableng 212.

Namun itu semua tak berlangsung lama. Tak lagi aktif di dunia huburan, Ken Ken mengalami kesulitan ekonomi akibat terjerumus narkoba.

Pundi-pundi kekayaannya di karirnya yang berlimang harta saat menjadi salah satu aktor laga saat itu seketika ludes, tidak berbekas Harta si ‘Wiro Sableng’ perlahan terkikis habis untuk membeli barang haram tersebut.

Pemilik nama lengkap Herning Sukendro itu tak lagi hidup mewah seperti saat roda kehidupan berpihak kepadanya. Tak lagi tampil di layar kaca, Ken memilih berprofesi sebagai petani dan tinggal di dusun di wilayah Cimande, Caringin, Bogor, Jawa Barat.

  1. Pemeran Om Jin di Sinetron Jin dan Jun

Artis lain yang mengalami nasib seperti Laila Sari ada pemeran Om Jin di sinetron Jin dan Jun. Pria itu bernama M Amin. Setelah sempat merasakan kesuksesan berkat sinetron Jin dan Jun, Amin menjalani hidup yang memilukan di penghujung karirnya.

Usai membintangi Jin dan Jun, pria keturunan Pakistan ini menghabiskan sisa hidupnya di sebuah rumah yang berada di lingkungan padat Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kehidupannya sungguh miris. Untuk makan sehari-hari, Amin hanya menerima bantuan dari tetangga. Tak jarang dia berutang ke warung yang berada tak jauh dari rumahnya. Sampai akhirnya pada 2013, Om Jin meninggal.

” Owh, dia mah tinggal di sini pas sudah ga main jadi Om Jin lagi. Pas dia meninggal, rumahnya juga sudah dijual,” kata tetangga Amin, Aas, dikutip dari laman merdeka.com

  1. Pemeran Kentung di Tuyul dan Mbak Yul

Di era 90-an pasti kamu tak asing lagi dengan sinetron Tuyul dan Mbak Yul bukan. Selain tokoh utamanya, Ucil, yang diperankan Ony Syahrial, sinetron ini juga melambung nama seorang pria tambun bernama Bambang Triyono.

Buat yang tak tahu, dialah pemeran Kentung dalam sinetron tersebut.

Tersohor lewat sinetron tersebut, nama Bambang Triyono perlahan-lahan meredup. Tergerus pamain baru. Namanya kian tak berbekas.

Dari informsi yang didapatkan Kentung hanya hidup dalam sebuah rumah kos yang sempit dengan peralatan seadanya di Kawasan Ngangkruk, Sardonoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Kondisinya pun semakin menyedihkan sejak dia digugat cerai istrinya dan ditinggal anaknya. Bambang frustasi dan terpuruk. Si Kentung bahkan hidup menggelandang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sampai akhirnya ditempatkan di rumah kos-kosan tersebut.

” Ketika seseorang sudah terpuruk seperti dia, ibarat sampah, jangankan ditolong, semisal ketemu di jalan, menoleh pun tidak. Diusir dari satu tempat ke tempat lain, akhirnya dia ditemukan kader lansia dan ditempatkan di kost sederhana ini. Makan apa adanya, kalaupun sehari hanya bisa masuk tiga sendok nasi, itu sudah alhamdulillah,” kata Feri, dikutip dari laman, brilio.net.

Penderitan Kentung tak sampai disitu, pada 2010, dia divonis penyakit Stroke. Tidak bisa beraktivitas selain diatas tempat tidurnya. Karena kondisinya makin buruk, akhirnya Bambang menghembuskan nafas terakhirnya pada Februari 2015.

Pak Raden

Pak Raden, begitu orang mengenal sosoknya. Tak banyak yang tahu jika sosok yang identik dengan blankon, beskap, dan tongkat ini bernama asli Drs Suyudi. Di tanganya, lahir tokoh boneka paling fenomenal. Namanya Pak Raden. Si kakek pemarah di film Unyil. Tak dinyana, kehidupan masa tua dilalui penuh perjuangan.

Suyudi memilih tidak menikah sepanjang hidupnya. Hanya tinggal bersama dua asisten di rumah sederhana di Jalan Petamburan III No 27, Jakarta Barat.

Terdapat dua kursi reyot, radio kaset, boneka dari karakter Unyil yang sudah lusuh di rumahnya. Tampak juga tumpukan lukisan karyanya. Ada yang tertulis ” dijual” , ada juga yang disimpannya.

Sebagai seniman sejati, hidup Pak Raden memang didedikasikan seluruhnya untuk seni. Bahkan dari karakter yang diciptakannya ” Si Unyil” , sang maestro tak mendapat royalti satu sen pun. Untuk bertahan hidup, Suyudi hanya menjual hasil lukisannya.

Pernah juga ia ‘mengamen’ dengan berdongeng dan bernyanyi demi bisa mendapatkan uang sekedar untuk makan. Kebutuhan listrik seringkali mendapat bantuan dari tetangga dan kerabat. Segala barang-barang berharga yang dimiliki telah dijualnya demi bertahan hidup.

Saat tahu kondisi Pak Raden yang sakit dan tak mendapat royalti, banyak masyarakat ikut menggalang dana untuk membantunya pada 2015. Ia bahkan mendapat rumah dari sebuah program televisi agar bisa hidup lebih layak.

Belum sempat menjalani pengobatan menyeluruh dan menempati rumah barunya, Pak Raden dipanggil Allah SWT. Beliau meninggal dunia dalam usia 82 tahun pada 30 Oktober 2015 karena infeksi paru-paru.

  1. Enun Tile (Engkong si Doel)

Enun Tile dikenal publik lewat perannya di sinetron si Doel Anak Sekolahan. Ia juga dikenal sebagai seniman yang selalu berjuang memperkenalkan budaya Betawi melalui layar televisi.

Namun di masa tua ia jatuh miskin dan harus rela hidup di gubuk kayu yang berada di pinggir sungai. Rumah sederhana yang ia tinggali bersama istri dan anaknya itu disewa disewa sebesar Rp 50 ribu per bulan.

Selain itu, di masa tua Enun Tile harus menghidupi istri dan delapan anaknya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: