Arkeolog Temukan 100 Peti Mati Berumur 2.500 Tahun Di Mesir

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 17 November 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Lebih dari 100 peti mati ditemukan di Mesir untuk pertama kalinya dalam 2.500 tahun.

Ratusan peti mati itu sebagian besar berisi mumi.

Peti mati itu ditemukan di pekuburan Saqqara, kuburan yang luas di ibukota kuno Mesir, Memphis.

Peti mati mumi ditemukan setelah dilakukan penggalian selama tiga tahun, NBC News melaporkan.

Para arkeolog juga menemukan mumi yang terawat baik yang dibungkus kain.

Mumi itu kemudian mereka rontgen untuk mengetahui bagaimana struktur internal tetap utuh dengan baik, menurut al-Jazeera.

Menteri Pariwisata dan Purbakala, Khaled el-Anany mengatakan bahwa “lebih dari 40 artefak” juga ditemukan.

Artefak yang ditemukan di antaranya topeng penguburan, patung, yang sebagian besar disepuh, NBC News menambahkan.

Khaled el-Anany mengatakan dalam konferensi pers bahwa temuan itu berasal dari dinasti Ptolemeus Mesir.

Ptolemeus memerintah selama sekitar 300 tahun dari 320BC hingga 30BC dan Periode Akhir dari 664-332BC.

Sarkofagus yang disegel dan patung-patung yang tidak tertutup saat ini sedang dipamerkan di pameran sementara di kaki Piramida Langkah Djoser, di pekuburan Saqqara.

Namun, el-Anany mengatakan bahwa artefak tersebut akan dipindahkan ke setidaknya tiga museum Kairo.

Salah satunya yaitu Museum Agung Mesir yang saat ini sedang dibangun di dekat piramida Giza, Sky News menambahkan.

Saqqara masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1971.

Saqqara telah menjadi pusat penemuan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk penemuan dua mumi anak singa, dilansir dari Tribunnews.com (16/11/2020).

El-Anany menambahkan bahwa penemuan lain dari nekropolis Saqqara akan diumumkan akhir tahun ini, AP melaporkan.

Sementara itu, pada awal Oktober 2020 lalu, 59 peti mati juga ditemukan di Saqqara.

Menteri Pariwisata dan Purbakala Mesir mengatakan pada Sabtu (3/10/2020), bahwa para arkeolog telah menemukan puluhan peti mati kuno di sebuah pekuburan besar di selatan Kairo.

Khalid el-Anany mengatakan setidaknya ada 59 sarkofagus tersegel dengan mumi di dalamnya.

Sarkofagus tersebut ditemukan di tiga sumur dan diperkirakan telah terkubur lebih dari 2.600 tahun lalu.

Saya menganggap ini adalah awal dari penemuan besar,” kata el-Anany, menambahkan bahwa ada sejumlah peti mati yang belum digali di daerah yang sama.

Dia berbicara pada konferensi pers di Piramida Djoser yang terkenal di situs Saqqara yang menjadi tempat penemuan peti mati tersebut.

Sarkofagus telah ditampilkan dan salah satunya dibuka di hadapan wartawan untuk menunjukkan bahwa ada mumi di dalamnya.

Beberapa diplomat asing menghadiri upacara pengumuman tersebut.

Dataran tinggi Saqqara menampung setidaknya 11 piramida, termasuk Piramida Djoser, bersama dengan ratusan makam pejabat kuno dan situs lain yang berkisar dari Dinasti 1 (2920 SM-2770 SM) hingga periode Koptik (395-642).

Mostafa Waziri, sekretaris jenderal Dewan Purbakala Tertinggi, mengatakan studi awal menunjukkan bahwa peti mati yang dihias dibuat untuk para pendeta, pejabat tinggi dan elit dari Periode Akhir Firaun (664-525 SM).

Dia mengatakan para arkeolog juga menemukan total 28 patung dewa utama pemakaman Saqqara Ptah-Soker.

Dan patung perunggu dewa Nefertum setinggi 35 sentimeter yang diukir indah serta bertatahkan batu mulia.

Nama pemiliknya, Pendeta Badi-Amun, tertulis di alasnya, kata Mostafa Waziri.

Pihak bewenang yang mengurusi barang antik Mesir telah mengumumkan penemuan peti mati batch pertama bulan lalu.

Saat itu para arkeolog menemukan 13 kontainer di sumur sedalam 11 meter (36 kaki) yang baru ditemukan.

Situs Saqqara adalah bagian dari nekropolis ibu kota Mesir kuno yang mencakup Piramida Giza, serta piramida yang lebih kecil di Abu Sir, Dahshur, dan Abu Ruwaysh.

El-Anany mengatakan peti mati Saqqara akan bergabung dengan 30 peti mati kayu kuno yang ditemukan pada bulan Oktober di kota selatan Luxor.

Peti mati Saqqara tersebut juga akan dipamerkan di Museum Agung Mesir yang baru, yang dibangun pemerintah Mesir di dekat Piramida Giza.

Penemuan Saqqara adalah yang terbaru dari serangkaian penemuan arkeologi untuk dipublikasikan oleh Mesir.

Ini merupakan upaya menghidupkan kembali sektor pariwisata utamanya, yang terpukul parah oleh kekacauan setelah pemberontakan tahun 2011.

Sektor pariwisata di Mesir juga mendapat pukulan lebih lanjut tahun ini akibat pandemi virus corona (Covid-19) yang mewabah di dunia. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: