Arkeolog Mesir Menemukan Kota Kuno Terbesar Berusia 3.000 Tahun

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Sabtu, 24 April 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Sekelompok arkeolog menemukan kota kuno terbesar yang pernah ditemukan di Mesir, berusia 3.000 tahun. Kota bernama “Kebangkitan Aten” itu ditemukan di bawah pasir di tepi barat Luxor. Demikian disampaikan arkeolog Zahi Hawass dalam sebuah pernyataan.

Kota itu berada pada zaman kekuasaan Raja Amenhotep III, yang memerintah Mesir antara 1391 dan 1353 SM, berdasarkan pernyataan tersebut.

“Itu adalah komplek pemerintahan dan industrial terbesar pada era kekaisaran Mesir,” jelas Hawass, dikutip dari Merdeka.com (23/04/2021).

Para arkeolog menemukan “jalan-jalan kota diapit rumah-rumah,” dengan dinding utuh setinggi sampai sekitar 3 meter dan “kamar-kamar dipenuhi perkakas hidup sehari-hari, ditinggalkan penduduk kuno seolah-olah baru kemarin,” seperti cincin, bejana gerabah berwarna, cetakan untuk membuat jimat, panci yang digunakan untuk menaruh daging, dan alat untuk memintal, menenun serta membuat logam dan kaca.

Tim juga menemukan toko kue besar, “lengkap dengan oven dan gerabah penyimpanan,” yang ukurannya diperkirakan telah digunakan untuk melayani sejumlah besar pekerja dan karyawan.

Penemuan lain termasuk kerangka manusia yang dikubur dengan tangan terentang ke samping dan tali dililitkan di lutut.

“Lokasi dan posisi kerangka ini agak aneh, dan penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung,” jelas pernyataan itu, yang menggambarkannya sebagai “penguburan yang luar biasa.”

“Penemuan kota yang hilang ini adalah penemuan arkeologi kedua paling penting sejak makam Tutankhamun,” jelas profesor ilmu pengetahuan Mesir di Universitas John Hopkins, Betsy Bryan, dalam sebuah pernyataan.

Tim juga menemukan prasasti tahun 1337 SM, yang mengonfirmasi kota itu aktif selama kekuasaan putra Amenhotep III, Akhenaten.

Para sejarawan percaya bahwa satu tahun setelah kota dibangun, kota itu ditinggalkan dan ibu kota dipindahkan ke Amarna, 250 mil ke utara, tetapi alasan pemindahan itu tetap tidak diketahui.

“Penemuan Kota yang Hilang tidak hanya akan memberi kita sekilas gambaran langka tentang kehidupan orang Mesir Kuno pada saat Kekaisaran berada pada kondisi terkaya, tetapi juga akan membantu kita menjelaskan salah satu misteri terbesar dalam sejarah: mengapa Akhenaten dan Nefertiti memutuskan untuk pindah ke Amarna?” jelas Bryan.

Penggalian, yang dimulai pada September 2020, telah menemukan sebagian besar bagian selatan kota. Namun, wilayah utara masih harus digali.

Sebuah kuburan dan makam besar, mirip dengan yang ada di Lembah Para Raja, juga ditemukan tetapi belum dieksplorasi.

“Hanya penggalian lebih lanjut di daerah itu yang akan mengungkap apa yang sebenarnya terjadi 3.500 tahun lalu,” jelas pernyataan tersebut. (Uli)