Apartemen di Swiss Siapkan Fasilitas Karantina Super-Mewah Buat Milioner

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 6 April 2020

Indolinear.com, Swiss – Fasilitas karantina super-mewah disiapkan sebuah apartemen di Swiss bagi mereka yang ingin mengisolasi diri dari pandemi Covid-19.

Layanan-layanan ekslusif yang diberikan juga dijamin ‘bebas kontak’ hingga tamu yang menginap bisa merasa tenang dari penularan.

Kemewahan itu ditawarkan Le Bijou, operator kelas atas dari apartemen berlayanan di Swiss.

Fasilitas yang ditawarkan mencakup bahan makanan pribadi, kunjungan dokter, dan tes virus corona di kamar.

Dilansir dari Tribunnews.com (05/04/2020), Alexander Hubner pendiri dan kepala eksekutif Le Bijou mengatakan, 42 apartemennya mulai menurun jumlah pemesanannya pada akhir Februari.

Waktu tersebut bersamaan dengan Swiss mengumumkan kasus virus corona pertamanya, sedangkan situasi di negara tetangga Italia menjadi tak terkendali.

Semakin banyak penerbangan internasional dibatalkan, sehingga turis kaya yang menjadi basis pelanggan Le Bijou tidak bisa bepergian.

Di saat bersamaan Hubner mengaku ada pemesanan untuk jangka waktu lama, dua minggu atau lebih, dan banyak kliennya bertanya tentang panggilan rumah dari dokter.

“Kami menyadari bahwa kami harus membuat layanan baru dan beradaptasi secepat mungkin.”

“Dan kami datang dengan penawaran apartemen karantina,” terangnya.

Di apartemen ini, klien bisa mendapat isolasi total dengan fasilitas check-in “bebas kontak” dan memesan bahan makanan atau katering, yang akan diantar sampai depan pintu kamar.

“Jika Anda terjebak di Swiss atau Anda dianggap berisiko tinggi dan ingin mengasingkan diri, ini mungkin penawaran terbaik yang dapat Anda temukan,” kata Hubner.

Tidak murah

Harga layanan ini tidak murah, walau Hubner mengatakan Le Bijou telah menurunkan tarif normalnya yakni 2.000 franc Swiss (sekitar Rp 33,5 juta) per malam.

“Saat ini harga unit yang besar atau sedang akan sekitar 500 franc (Rp 8,4 juta) sehari,” terang Hubner.

Kemudian dengan tambahan 800 franc (sekitar Rp 13,4 juta) per hari, para tamu bisa mendapat panggilan dokter atau check-up dua kali sehari dari seorang perawat.

Jika menambah 4.800 franc (sekitar sekitar Rp 80,5 juta) akan mendapat pemantauan medis sepanjang waktu.

Lalu apabila klien menginginkan tes virus corona, mereka bisa mendapatkannya di kamar dengan biaya tambahan 500 franc.

Namun Hubner menekankan tidak semua orang bisa meminta dites Covid-19.

“Itu tidak benar bahwa Anda dapat membayar lebih dan Anda diuji. Anda harus memiliki gejala yang berat,” tegasnya.

Gratis untuk dokter dan perawat

Hubner menegaskan perusahaannya tidak mencari untung dengan layanan baru ini, karena juga menawarkan apartemennya secara gratis ke dokter dan perawat yang bertugas.

“Kami memiliki spa di dalam kamar, yang bisa sangat cocok bagi dokter untuk bersantai,” terangnya.

Tingkat okupansi Le Bijou kini sekitar 70 persen, ungkap Hubner.

Menurut pemberitaan AFP, Le Bijou tidak mengungkapkan identitas tamu isolasinya, tapi dari testimoni di situs webnya menunjukkan ada dua nama tenar di sana yang pernah memesan.

Mereka adalah Steve Wozniak co-founder Apple, dan Jordan Belfort penulis The Wolf of Wall Street.

Saat ini ada 8 tenaga medis di antara para tamu, sementara perusahaan telah menerima 120 minat tentang layanan gratis tersebut.

Le Bijou mengungkapkan sudah mulai mengambil sumbangan untuk membantu menutup biaya operasional, dan Hubner sendiri mengatakan dia telah menyumbangkan lebih dari seperempat gaji tahunannya.

Menurutnya, prioritas utama sekarang adalah menjaga bisnis tetap jalan. “Kami memiliki 65 orang yang bekerja untuk kami dan yang hidup dari perusahaan kami.”

Pemerintah Swiss telah menjanjikan bantuan untuk bisnis kecil dan menengah, tapi Hubner masih ingin berjuang sendiri.

“Kami tidak ingin menyerah begitu saja dan menunggu penyelamatan dari pemerintah,” katanya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya