Apa Itu Refugee Olympic Team Di Olimpiade Tokyo 2020?

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Minggu, 25 Juli 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Defile upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 pada Jumat (23/7/2021) menghadirkan Refugee Olympic Team atau Tim Atlet Pengungsi di urutan kedua setelah Yunani.

Secara historis, Yunani merupakan kontingen terdepan di setiap opening ceremony alias upacara pembukaan Olimpiade terkait dengan status mereka sebagai tempat kelahiran Olimpiade.

Athena terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade modern saat dihidupkan kembali pada 1986.

Bendera Yunani masuk sebagai yang pertama dalam setiap Olimpiade musim panas dan musim dingin.

Di opening ceremony Tokyo 2020, kontingen kedua yang menyusul Yunani bukanlah negara melainkan mereka yang tergabung di bawah bendera Tim Atlet Pengungsi.

Ini adalah kali kedua kontingen tersebut berpartisipasi di Olimpiade sejak Olimpiade Rio 2016.

Tahun ini ada 29 atlet di kontingen tersebut, peningkatan tiga kali lipat dari Olimpiade 2016 di mana ada 10 atlet yang turun.

Ke-29 atlet yang tergabung di Tim Atlet Pengungsi berasal dari 11 negara dan berlatih di 13 negara berbeda.

Dana ini lalu didonasikan kepada lembaga-lembaga yang membantu integrasi para pengungsi di olahraga.

“Diciptakannya tim pengungsi ini mengirim pesan harapan dan inklusif ke jutaan pengungsi dari seluruh dunia,” tulis situs Rescue.org yang dilansir dari Kompas.com (24/07/2021).

“10 atlet yang berkompetisi di Rio de Janeiro datang dari Suriah, Sudan Selatan, Republik Demokratik Kongo, dan Etiopia.”

Tahun ini, ke-29 atlet yang bertanding datang dari Suriah, DR Kongo, Sudn Selatan, Eritrea, Venezuela, Iran, Afghanistan, dan Kamerun.

Mereka berkompetisi di 12 cabang termasuk atletik, bandminton, tinju, dan karate. (Uli)