Antre Beli Durian, Siapa Sangka Wanita Ini Adalah Istri Raja

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 30 November 2019

Indolinear.com, Malaysia – Tidak semua yang berasal dari Kerajaan mengagung-agungkan status mereka di depan rakyat biasa.

Salah satu contohnya seperti yang dilakukan oleh Raja Permaisuri Agong Tunku Azizah Aminah Maimunah Iskandariah ini.

Menyandang status sebagai Raja Malaysia atau Sultan Pahang, Sultan Abdullah Ri’ayatuddin, wanita berjuluk Ratu Azizah Aminah ini justru suka membaur dengan rakyatnya.

Salah satunya yang viral beberapa tahun lalu adalah ketika ia ikut antre membeli durian di pinggi jalan.

Dikutip dari Tribunnews.com (29/11/2019), momen saat Ratu Aminah membeli durian ini diabadikan dalam sebuah video.

Dalam video itu tampak Ratu Azizah Aminah berkunjung ke gerai milik Mohd Rafi Yakob, di Gurney Drive, Georgetown.

Momen itu rupanya tak bisa dilupakan oleh penjual durian, Rafi Yakob.

Terlebih ia baru saja mendengar kabar jika Ratu Azizah Aminah berencana membeli durian di tokonya lagi.

Ia pun mengenang momen pertemuan pertama kali dengan ratu yang disegani rakyat Malaysia itu.

“Perasaan bertemu (Ratu Azizah) akan berbeda kali ini. Rasanya menyenangkan akan bertemu dengannya lagi.”

“Saya masih ingat ketika bertemu dia dulu malah panggil ‘kak’,” ujar Rafi.

Bukan tanpa sebab, Rafi mengaku sangat gugup waktu itu dan belum mengetahui sosok yang beli duriannya.

“Ya aku gugup karena tidak ada persiapan sebelumnya didatangi Ratu Azizah,” ungkapnya.

Rafi juga sangat bahagia saat tahu Ratu Azizah Aminah mengunggah video beli durian di akun Twitter.

Dia berseloroh, berharap tak akan pingsan saat dikunjungi Ratu Azizah Aminah nanti.

“Saya berharap saya tak pingsan dan gemetaran lagi nanti. Tapi masa-masa bertemu pertama kali dulu memang saya gugup bukan main,” ceritanya.

Lucunya, saat awal-awal dulu Rafi sempat tak sadar yang membeli duriannya adalah istri Sultan Pahang,

“Saya memang tak mengenalnya waktu itu, karena cara bicaranya seperti banyak orang lainnya. Makanya saya panggil dia ‘kak’,” ucap dia.

Dirinya baru sadar saat warga berkerumun dan terungkap jika wanita bersahaja yang membeli duriannya adalah seorang permaisuri.

Yang pasti kata Rafi, Ratu Azizah Aminah adalah sosok yang ramah, rendah hati, dan dekat dengan rakyat.

Rafi ingat betul kala itu Ratu Azizah Aminah datang dengan beberapa orang yang ia baru tahu ternyata adalah bodyguard.

Pakaian Ratu Azizah Aminah menurutnya juga begitu sederhana.

Ratu Azizah Aminah saat itu sempat bertanya tentang berapa lama Rafi menggeluti bisnis durian ini.

“Lalu saya bertanya kepadanya, siapa yang merekomendasikan dia untuk datang ke gerai saya? Dia bilang tidak ada, dia datang sendiri. Terima kasih Tuhan atas rezeki ini,” katanya.

Terlepas dari itu, Rafi membocorkan varian durian yang sangat digemari Ratu.

“Setiap kali dia datang ke gerai dia akan memesan Durian Hitam. Rasa duriannya enak. Lagi pula, durian itu hanya ada di Penang saja.”

“Harganya juga lebih mahal dari Durian Raja Musang. Biasanya durian hitam diekspor ke Hong Kong dan Cina,” pungkasnya.

Kisah ratu membeli durian di pinggir jalan ini pun secara cepat viral di Twitter.

Sejumlah warganet Malaysia merasa bangga memiliki sosok Ratu yang rendah hati seperti Ratu Azizah Aminah.

Terbukti saat Ratu Azizah Aminah beberapa waktu lalu menutup akun Twitter, warganet Malaysia merasa gusar.

Saat itu, Istri dari Raja Malaysia, Sultan Abdullah Ri’ayatuddin, yang dikenal aktif dan ramah terhadap rakyat di media sosial itu mendadak menonaktifkan akun Twitter-nya, @cheminahsayang, pada Rabu (11/9/2019) malam.

Para warganet Negeri Jiran pun beramai-ramai mengekspresikan kesedihan mereka dan memohon agar Ratu Azizah berubah pikiran untuk kembali mengaktifkan akun Twitter-nya.

Meski tidak ada pernyataan resmi dari pejabat terkait mengenai penonaktifan akun media sosial Ratu Malaysia itu, namun para warganet menduga hal itu berkaitan dengan aksi cyber bullying.

Sebelumnya saat perayaan Hari Merdeka, pada Agustus lalu, Tunku Azizah sempat menuai kritik di media sosial karena dinilai terlalu banyak mengambil foto selama berlangsungnya pawai kemerdekaan.

Dari sekian banyak kritikan itu, salah satunya menuliskan bahwa Permaisuri Agong berperilaku “seperti anak kecil”.

Sebagai tanggapan, Permaisuri Agong mengatakan bahwa dirinya mengambil banyak foto menggunakan ponselnya saat parade Hari Nasional karena Raja Abdullah yang memintanya.

Sementara banyak warganet Malaysia lain yang dengan cepat membela Permaisuri Agong dengan twit mereka yang menyebut bahwa Tunku Azizah telah berkata jujur dan banyak orang lain yang juga melakukannya.

“Saat polarisasi dan negativitas rasial meningkat, Tunku Azizah dan Sultan Abdullah telah menjadi suar harapan dan persatuan nasional,” tulis pengguna Twitter, Mikhail Hafidz, yang merujuk pada situasi rasial yang meningkat di Malaysia.

“Saya berharap ratu kita yang tercinta akan dapat mempertimbangkan kembali keputusannya. Dia telah membawa banyak kegembiraan kepada rakyat melalui twitnya,” lanjut Hafidz.

Warganet lainnya menuliskan, Raja dan Ratu Malaysia sebagai anugerah bagi negara Malaysia.

“Saya datang dari tempat di mana kami tidak memiliki bangsawan, namun memiliki Raja dan Ratu seperti mereka adalah berkat sesungguhnya”.

“Mereka mewakili kesatuan negara, simbol yang mempersatukan kita,” tulis pengguna Twitter, Clarky.

Salah seorang pengguna Twitter, Hazim Husaini, mengungkapkan kehampaan yang dirasakan banyak rakyat Malaysia setelah Tunku Azizah menonaktifkan akun media sosialnya.

Sementara pemilik akun Fatindaeyo mempertanyakan bagaimana sejumlah rakyat Malaysia bisa menyalurkan kebencian mereka terhadap Tunku Azizah yang “luar biasa, menawan, dan rendah hati”.

“Seorang Ratu tidak pantas mendapat perlakuan seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu saat ini Ratu Azizah Aminah terpantau sudah aktif kembali di Twitter. (Uli)

INDOLINEAR.TV