Antonio Conte, Pelatih Baru Tottenham Hotspur Yang Gemar Membelot

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Kamis, 4 November 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Antonio Conte akhirnya berlabuh ke Tottenham Hotspur. The Lilywhites menjadikan juru taktik asal Italia itu sebagai pengganti Nuno Espirito Santo yang dipecat awal pekan ini.

Tottenham Hotspur secara resmi mengumumkan kedatangan Antonio Conte sebagai pelatih baru pada Selasa (2/11/2021) malam WIB.

Klub asal London Utara itu mengikat Conte dengan kontrak berdurasi dua tahun disertai opsi perpanjangan.

“Dengan senang hati kami mengumumkan penunjukan Antonio Conte sebagai pelatih kepala dengan kontrak hingga musim panas 2023, dengan opsi untuk diperpanjang,” demikian keterangan resmi pihak Tottenham Hotspur, dilansir dari Kompas.com (03/11/2021).

Conte yang musim lalu melatih Inter Milan mengaku senang bisa kembali merasakan atmosfer Liga Inggris bersama Tottenham Hotspur.

“Saya sangat senang untuk kembali melatih dan melakukannya di klub Premier League yang memiliki ambisi untuk menjadi protagonis lagi,” ucap pria kelahiran Lecce itu.

“Tottenham Hotspur memiliki fasilitas tercanggih dan salah satu stadion terbaik di dunia.”

“Saya tidak sabar untuk mulai bekerja dan menyampaikan kepada tim serta penggemar yang bergairah. Mentalitas dan tekad yang selalu membedakan saya sebagai pemain dan pelatih,” ujar Conte.

Riwayat menyeberang ke kubu rival

Antonio Conte punya catatan menarik dalam karier kepelatihannya. Bergabung dengan Tottenham Hotspur membuatnya menjadi pelatih yang gemar membelot ke kubu rival.

Klub terakhir yang dilatih Conte sebelum dipinang Tottenham adalah Inter Milan. Ia membesut I Nerazzurri selama dua musim, dari 2019 hingga 2021.

Keputusan Conte menerima tawaran Inter sempat menimbulkan protes di kalangan pendukung Juventus, klub yang pernah ia bela sebagai pemain dan pelatih.

Bagi Juventus, Conte adalah legenda. Ia pernah berseragam La Vecchia Signora 13 tahun.

Kemudian sebagai pelatih, Conte adalah sosok yang mampu mengembalikan kejayaan Juventus pasca-skandal calciopoli.

Keputusan Conte menukuangi Inter Milan pun membuat tifosi Juventus berang. Mereka meminta pihak klub menurunkan nama Conte dari daftar Walk of Fame di Stadiion Allianz.

Akan tetapi, Conte tak mau ambil pusing dengan hal tersebut. Ia tetap bekerja bagi Inter dan sukses mempersembahkan scudetto pada musim keduanya.

Kini, Antonio Conte seperti mengulang jejak pembelotan yang pernah ia buat.

Jika dulu Conte melakukannya dari Turin ke Milan, kini ia menyeberang dari London Barat ke London Utara.

Conte pernah menghabiskan dua musim di London Barat dengan menangani Chelsea, dari 2016-2018. Meski dipecat pada akhir musim 2017-2018, ia meninggalkan Stamford Bridge dengan catatan satu titel Premier League dan Piala FA.

Kali ini, Conte harus segera menghapus kenangan manis di Liga Inggris bersama Chelsea. Sebab, tugas untuk membangkitkan Tottenham Hotspur sudah di depan mata.

Rival tradisional Tottenham di Liga Inggris sebenarnya adalah Arsenal yang sama-sama berbasis di London Utara. Akan tetapi, The Lilywhites punya riwayat laga bertensi tinggi ketika bersua Chelsea.

Bentrok Chelsea vs Tottenham Hotspur di Stamford Bridge pada musim 2015-2016 disebut sebagai The Battle of the Bridge. Dalam laga yang berakhir imbang 2-2 itu, wasit mencabut total 13 kartu kuning, 9 di antaranya untuk pemain tim tamu.

Antonio Conte masih harus menunggu hingga tahun depan untuk kembali berkunjung ke Stamford Bridge dalam pertandingan Liga Inggris bersama klub barunya, Tottenham Hotspur.

Adapun, Tottenham saat ini menempati peringkat ke-9 klasemen Liga Inggris dengan nilai 15. Dalam dua pertandingan terakhir kontra West Ham dan Manchester United, Harry Kane dkk selalu menelan kekalahan.

Biodata Antonio Conte

Nama lengkap: Antonio Conte

Tempat, tanggal lahir: Lecce, 31 Juli 1969

Karier pemain:

1985-1991 – Lecce

1991-2004 – Juventus

Karier timnas:

1994-2000 – Italia (20 caps/2 gol)

Karier pelatih:

2005-2006 – Siena (asisten pelatih)

2006-2007 – Arezzo

2007-2009 – Bari

2009-2010 – Atalanta

2010-2011 – Siena

2011-2014 – Juventus

2014-2016 – Timnas Italia

2016-2018 – Chelsea

2019-2021 – Inter Milan

2021-sekarang – Tottenham Hotspur (Uli)