ANRI Menargetkan Digitalisasi Arsip Rampung Pada 2024, Ini Sejumlah Tantangannya

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 11 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Sekretaris Utama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Imam Gunarto mengatakan, pihaknya menargetkan pengarsipan digital bisa selesai pada tahun 2024 mendatang.

Namun, Imam menyebut, ANRI juga mengalami kendala dan hambatan dalam mencapai target tersebut.

Ia mengungkapkan kendala yang akan dihadapi dalam mencapai Kearsipan Digital di Indonesia.

Hal itu disampaikan Imam Gunarto dalam konferensi pers sesaat sebelum acara di Gedung ANRI, Jalan Gajah Mada, Jakarta.

“Kondisi saat ini bahwa kinerja Kearsipan Nasional di daerah sangat memperihatinkan,” ungkap Imam.

Pertama, ia mengatakan bahwa dari 34 Kementerian, 100 persen telah bagus dalam pengarsipan.

Namun, untuk lembaga Non Struktural seperti lembaga komisi-komisi dari 31 yang baik baru 16.

“Jadi tantangannya 50 persen harus kita perbaiki,” kata Imam, dilansir dari Tribunnews.com (10/06/2021).

Lalu, Lembaga Non Kementerian seperti Arsip Nasional, LIPI dari 28 baru 23 yang dikategorikan baik salam pengarsipan.

Sedangkan, dari 34 provinsi, hanya 20 yang masuk kategori baik.

“Terutama provinsi di Timur Indonesia yang masih sangat sendikit (pengarsipannya,red),” jelasnya.

Untuk 514 Kabupaten/Kota baru 169 yang masuk kategori baik.

“Nah, itu nilai 60 ke atas, nah masih 35 persen,” imbuhnya.

“Dalam kondisi kearsipan yang masih demikian, memang tantangan berat bagi kita semua melompat ke digital, jadi ini menjadi tantangan kita bersama. Maka tagline kita mari bersama-bersama mewujudkan arsip digital. Kita harus berpacu bersama-sama,” kata Imam.

Tinggalkan Cara-cara Lama Dalam Pengarsipan

Dalam acara tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan kearsipan.

Jokowi meminta agar cara-cara lama dalam pengarsipan ditinggalkan.

Seperti pengelolaan tidak efesien, akses yang lamban, dan memerlukan waktu lama untuk menemukannya.

“Pengelolaan Arsip harus dilakukan dengan cara-cara baru dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital,” kata Jokowi dalam acara puncak Peringatan Hari Kearsipan Ke-50 melalui virtual.

Presiden Jokowi juga mengatakan, negara-negara di dunia saat ini sedang berlomba-lomba untuk berinovasi dalam menciptakan arsip berbasis elektronik.

Sehingga, ketepatan dan keakuratan data menjadi lebih baik.

Jokowi pun mendorong ANRI untuk terus berinovasi menciptakan teknologi pengarsipan yang modern.

“Saat ini saya mencatat berbagai negara sedang berlomba-lomba berinovasi mengembangkan manajemen arsip berbasis elektronik mulai dari cara melacak dan identifikasi arsip dengan cepat sampai dengan menyiapkan alat regustrasi untuk kelestarian arsip digital,” kata Jokowi.

Tahun emas kearsipan

Peringatan Hari Kearsipan ke-50 mengambil tema ‘Tahun Emas Kearsipan: Satukan Langkah Mawujudkan Arsip Digital’.

Plt Kepala ANRI M Taufik menjelaskan acara ini merupakan momen emas untuk sejak tahun 1971 juga sekaligus menjadi momen lepas landas bagi Bidang Kearsipan untuk memasuki era degital dengan tingkat kesiapan yang lebih matang.

Pada Peringatan Hari Kearsipan ke-50 Tahun 2021 Bidang Kearsiapan akan menyajikan lintas ingatan yang menjadi bunga rampai perjalanan pembangunan dari masa ke masa dan pengutan kembali akan dalam pikan seluruh unsur dalam aspek penyelanggaraan kearsipan.

Terlebih, tantangan kedepan yakni pada era teknologi atau 4.0.

Lebih lanjut, Taufik mengatakan bahwa, ekhibisi virtual ini merupakan sebuah subdomain yang akan disambungkan dengan situs resmi Arsip Nasional Republik Indonesia yang berisi 40 booth virtual.

Taufik juga menambahkan, pada peringatan malam puncak Hari Kerarsipan ini akan diserahkan penghargaan kearsipan kepada Kementerian/Lembaga/Daerah yang akan memperoleh nilai hasil pengawasan terbaik.

Lalu, kategori Kementerian Lembaga Pemerintah Nonkementerian, Lembaga Tinggi Negara/Lembaga Non Struktural/ Lembaga Penyiaran Publik, Pemerintah Provinsi dan Pemerintahan Kabupaten/Kota.

“Melalui peringatan Hari Kearsipan ke-50 tahun 2021, diharapkan seluruh komunitas Kearsipan secara nasional memperoleh tambahan energi positif dan spirit baru meningkatkan peran dalam memberikan manfaat secara utuh dan nyata dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Taufik.

“Pada momentum emas ini, peringatan Hari Kearsipan Ke-50 tahun 2021 akan mengenalkan peran dan manfaat bidang kearsipan kepada masyarakat secara luas sehingga dapat mendorong terwujudnya masyarakat Indonesia yang memiliki kesadaran tinggi akan memori kolektif dan jati diri bangsa,” jelasnya. (Uli)