Anniversary ke 29, Sogo Alam Sutera Gelar Pameran Bonsai dan Suiseki

FOTO: sopy/indolinear.com
Senin, 25 Maret 2019

Indolinear.com, Tangsel – Dalam merayakan anniversary Sogo ke 29 yang jatuh pada (1/3/2019) lalu, Department Sogo Alam Sutera menggelar pameran Bonsai dan Suiseki di area Sogo di Mall @Alam Sutera, Tangerang hingga dua pekan mendatang.

Store Manager Sogo Alam Sutera, Lisda Aziz mengatakan, karena Sogo berpusat di Jepang maka itu, pihaknya mengangkat tema dan tradisi Jepang yang berkembang di Indonesia dalam acara ini.

“Jadi konsepnya, hubungan baik Sogo Jepang dan Indonesia laiknya persahabatan dan tradisi yang dijadikan satu. Seperti ragam tanaman bonsai yang seninya dari Jepang dan spesiesnya berkembang Indonesia,” ujarnya usai workshop bonsai dan suiseki di area Sogo Mall @Alam Sutera, Sabtu (23/3/2019).

Sementara turut hadir Sue Aziz, yang dikenal sebagai wanita pebonsai Indonesia dan memiliki reputasi Internasional. Dirinya memaparkan, bonsai merupakan seni kuno asal Jepang yang mengerdilkan pohon dalam pot dangkal dan masih berkembang hingga hari ini.

“Bukan cuma diminati di Indonesia tapi di seluruh dunia. Dalam waktu 2 pekan, kita perkenalkan bahwa ada spesies bonsai yang dapat berkembang di Indonesia dengan iklim tropis seperti pohon yang berbatang keras dan tahan banting, contohnya pohon beringin, landepan, cemara duri, rukem, loa dan lainnya. Sehingga bisa sangat pesat perkembangannya,” jelasnya.

Dengan pameran tersebut, wanita berusia 82 tahun ini berharap agar bisa menarik dan memperkenalkan pada pengunjung agar dapat menyukai bonsai dan suiseki sebagai batu alam dengan bentuk unik.

Sedangkan Budi Sulistyo, Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Jakarta menambahkan, Indonesia sudah maju dianggap salah satu pioner dalam bonsai tropis.

“Istimewa bonsai, jika sudah dipotong, dalam waktu satu bulan sudah tumbuh anak ranting lengkap dengan kawat alumunium sebagai hasil tangan manusia,” imbuhnya.

Berbeda dengan bonsai yang diciptakan, suisuki ditemukan sebagai batu yang dapat dijadikan perhiasan dan melewati proses panjang agar menjadi menarik. Sebagai contoh, karena terkena erosi sehingga ditemukan sealami mungkin.

“Seni bisa dinilai mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta. Bahkan telah banyak di ekspor dan bisa menghasilkan seribu, dua ribu dolar. Jadi ya nilainya cukup tinggi bagi pecinta seni,” tukasnya.(sopy)