Anjing Dibuang Pemiliknya Ke Sungai Setelah Diikat Batu

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 30 November 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Seorang pemilik anjing dengan tega membuang anjingnya yang sudah diikat dengan batu ke sungai.

Ia ingin membunuh anjingnya miliknya dengan cara membuangnya ke air sungai yang dingin membekukan.

Namun, seorang pejalan kaki yang melihat anjing itu di sungai, langsung menariknya dari sungai dan menyelamatkannya.

Alhasil, anjing bernama Bella ini selamat dan sang pemilik menghadapi pengadilan pada 23 November 2020 lalu.

Ia mengaku bersalah atas tuduhan menenggelamkan anjing miliknya.

Sedangkan perempuan yang menyelamatkan anjingnya dipuji sebagai pahlawan.

Dikutip dari Tribunnews.com (29/11/2020), kejadian ini terjadi di awal tahun ini, saat Jane Harper, seorang warga Nottinghamshire, berjalan kaki di sepanjang tepi sungai Farndon, Nottinghamshire, Inggris, di pagi hari.

Ia tiba-tiba melihat kepala seekor anjing berusaha keluar dari air sungai yang membeku.

Seorang pria, diketahui bernama Charlene Latham (31), melemparkan anjing gembala Jerman ke sungai.

Harper sangat terkejut ketika mengetahui bahwa anjing malang itu diikat dengan batu sebelum dilemparkan ke sungai.

Harper lalu ke tepi sungai yang airnya sangat dingin karena musim dingin di bulan Januari.

Ia berhasil menyeret anjing itu ke tepi sungai dan berhasil menyelamatkan nyawanya.

Polisi Nottinghamshire yang dihubungi dan datang membawa anjing itu ke dokter hewan setempat di mana dia dirawat dan sekarang dalam keadaan sehat.

Kepada wartawan, Harper mengatakan, dirinya sedang berjalan-jalan pada Januari sore ketika temannya mengatakan bahwa dia melihat kepala seekor anjing terayun-ayun di air.

Tanpa memikirkan keselamatannya sendiri, Jane, ke tepi ke sungai dan mencoba mengangkat anjing itu keluar, tetapi tidak bisa.

Berbicara pada saat itu, Jane berkata: “Airnya sangat keruh, saya tidak bisa menariknya keluar. Saya melihat timah melilit kakinya, dan garis biru yang mengarah ke sesuatu yang terendam.”

“Aku meletakkan lenganku di bawahnya dan mencoba mengangkatnya.”

“Saya membayangkan dia benar-benar berjuang untuk mengangkat kepalanya di atas air dan berhasil mengistirahatkannya dengan satu langkah.”

“Bagaimana orang bisa melakukan ini padanya? Saya tidak tahu berapa lama dia berada di dalam air, tetapi saya tidak berpikir dia bisa bertahan lebih lama lagi. Itu sangat kejam.”

Latham mengaku bersalah menyebabkan penderitaan yang tidak perlu pada hewan yang dilindungi yaitu Bella si anjing gembala.

Ia mencoba menenggelamkan anjing yang mengakibatkan hewan tersebut tenggelam dalam air dingin Sungai Trent untuk waktu yang lama.

Latham seharusnya tahu, bahwa tindakan itu akan berdampak atau kemungkinan besar akan berdampak demikian.

Dia dibebaskan dengan jaminan sampai sidang berikutnya pada 8 Maret 2021 bersama dengan seorang pria berusia 32 tahun yang membantah tuduhan yang sama.

Kepala Inspektur Rob Griffin, dari Kepolisian Nottinghamshire, mengatakan perbuatan Latham mengejutkan publik.

“Ini adalah insiden yang sangat emosional yang sangat mengejutkan publik,” katanya.

Syukurlah Bella dilaporkan baik-baik saja dan berada di tangan yang sangat baik.

“Kekejaman terhadap hewan sama sekali tidak dapat diterima dan kami akan selalu mendukung kolega kami di RSPCA dalam apa pun yang kami bisa dalam penyelidikan mereka,” kata Inspektur Griffin.

Seorang juru bicara RSPCA mengatakan pada saat kejadian:

“Kami sedang bekerja dengan polisi menyusul laporan seekor anjing di Sungai Trent di Farndon dengan tas pembawa yang terpasang pada timahnya dengan sebuah batu di dalamnya.”

“Untungnya seorang anggota masyarakat menemukan anjing Gembala Belgia dan dapat menyelamatkannya.”

Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA) adalah sebuah organisasi amal di Inggris dan Wales yang menggalakkan kesejahteraan hewan.

Organisasi ini telah menyelidiki ratusan ribu kasus kekerasan terhadap hewan dan menyelamatkan ratusan ribu hewan dari ancaman kematian.

Organisasi kesejahteraan hewan ini merupakan yang pertama dan terbesar di dunia serta merupakan salah satu pengamal terbesar di Inggris. (Uli)