Angkat Besi Terancam Hilang Dari Olimpiade 2028, Ini Tanggapan PABSI

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Rabu, 15 Desember 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Wakil Ketua Umum PABSI (Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia), Djoko Pramono, angkat bicara soal isu yang menyebut cabang olahraga (cabor) angkat besi tak akan dipertandingkan di Olimpiade Los Angeles 2028.

Beberapa hari terakhir memang santer beredar wacana bahwa tiga cabor, yakni angkat besi, tinju, dan modern pentathlon, akan diganti pada gelaran Olimpiade Los Angeles 2028.  Adapun ketiga cabor di atas disebut bakal digantikan dengan skateboarding, surfing (selancar), dan sport climbing (panjat tebing).  Ketiga cabang olahraga tersebut rencananya bakal disahkan di IOC Session pada Februari 2022.

Djoko Pramono selaku wakil ketua umum PABSI mengungkapkan alasan utama IOC (Komite Olimpiade Internasional) merencanakan angkat besi, tinju, dan modern pentathlon dihapus dari Olimpiade Los Angeles 2028 karena dianggap rawan terhadap kasus doping.

“Ada suatu wacana bahwa IOC akan mengganti tiga cabor di Olimpiade Los Angeles 2028, tetapi dari pihak IOC masih berpikir dan melihat perkembangannya,” kata Djoko Pramono dalam konferensi pers yang dilansir dari Kompas.com (14/12/2021).

“Latar belakangnya adalah ketiga cabor ini dianggap rawan terhadap doping. Mari kita lihat sekarang apa benar ini terjadi? Mungkin benar. Namun, apakah ini suatu penyakit sehingga perlu diganti? Ini yang perlu dipertimbangkan,” tutur Djoko Pramono.

Meski demikian, IOC masih memberikan kesempatan kepada tiga cabor tersebut termasuk angkat besi untuk berbenah jika tetap ingin dipertandingkan di Olimpiade 2028.

Adapun IWF (Federasi Angkat Besi Internasional) diminta memperbaiki tata kelola organisasi dalam transisi kepengurusan agar dapat patuh dan menunjukkan perubahan, terutama memilihkan citra dari serangkaian kasus doping yang pernah terjadi di olahraga ini.

Djoko Pramono menjelaskan bahwa salah satu usaha IWF untuk berbenah adalah mengimbau PABSI untuk berdiri sendiri alias tidak bergabung dengan cabor angkat berat dan binaraga.

Cabor angkat besi tergabung dalam PABBSI (Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, Binaraga Seluruh Indonesia).

Namun, sejak 2020, PABBSI resmi bubar dan cabor angkat besi memiliki kepengurusan mandiri yaitu PABSI.

IWF meminta angkat besi Indonesia memisahkan diri karena kekhawatiran terlibat kasus doping.

“Beberapa bulan lalu rapat di Thailand. IWF mengundang kawan-kawang dari IOC untuk memperlihatkan tindakan apa yang dilakukan IWF guna memerangi doping,” ucap Djoko.

“Federasi-federasi angkat besi di dunia sudah berusaha. Contohnya, Indonesia telah mendapat perintah dari IWF untuk memisahkan diri dari angkat berat dan binaraga,” tuturnya.

Djoko Pramono mengatakan, PABSI saat ini sedang berusaha melakukan komukasi dengan pihak-pihak terkait untuk memperjuangkan cabor angkat besi agar tetap bisa unjuk gigi di Olimpiade Los Angeles 2028.

PABSI pun akan mendapat dukungan penuh dari NOC Indonesia dan pemerintah. Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari.

“Kami sudah menerima arahan Menpora (Zainudin Amali) bahwa pemerintah memberikan dukungan penuh kepada PABSI serta NOC untuk membangun komunikasi secara internasional,” kata Okto.

“Indonesia tidak hanya akan menunggu nasib, tetapi juga ikut mengambil peran untuk berdiplomasi baik di Asia maupun internasional.”

“Tentunya yang berada di garis terdepan adalah PABSI, tetapi NOC akan membangun komunikasi dengan kanal-kanal yang memungkinkan agar kita bisa bersuara untuk kepentingan bersama mengingat di setiap Olimpiade angkat besi selalu memberikan medali,” ujar Raja Sapta Oktohari. (Uli)