Angkasa Pura Wajibkan Calon Penumpang Datang 4 Jam Sebelum Keberangkatan

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 10 Mei 2020

Indolinear.com, Jakarta – Pemerintah kembali memperbolehkan angkutan umum beroperasi.

Namun pemerintah dengan tegas masih melarang masyarakat untuk mudik.

Moda transportasi yang mulai membuka kembali pelayanannya di antaranya adalah pesawat terbang.

Hingga saat ini, maskapai yang menyatakan akan kembali beroperasi di antaranya Garuda Indonesia, Citilink, dan Air Asia.

Garuda Indonesia telah kembali beroperasi pada Kamis (7/5/2020) dan Citilink pada Jumat (8/5/2020).

Sedangkan Air Asia mulai membuka penerbangan besok Minggu (10/5/2020).

Angkasa Pura II wajibkan calon penumpang datang 4 jam sebelum keberangkatan

Seperti yang dikutip dari Tribunnews.com (09/05/2020), peraturan tersebut untuk memenuhi syarat-syarat yang wajib dipenuhi.

Yaitu yang tercantum pada Surat Edaran (SE) No. 4/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19.

Peraturan tersebut diterbitkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

“Prosedur baru ini dijalankan secara ketat dengan tahapan yang detail, oleh karena itu kami mengimbau agar calon penumpang pesawat sudah hadir di bandara 3-4 jam sebelum jadwal keberangkatan,” kata Director of Operations and Services PT Angkasa Pura II (Persero) Muhamad Wasid dalam siaran pers, Sabtu (9/5/2020).

Prosedur tersebut akan dijalankan di seluruh bandara yang dikelola perseroan dengan menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan.

“Di bandara tersibuk di Indonesia yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta, prosedur baru juga sudah diimplementasikan bagi penumpang penerbangan rute domestik selama masa dilarang mudik Idul Fitri 1441 H,” lanjuntnya.

Prosedur yang akan dilakukan selama 4 jam oleh Angkasa Pura II

Prosedur tersebut beberapa diantaranya yang telah dilaksanakan di Bandara Soekarno-Hatta.

Di antaranya hanya disediakan 2 titik layanan keberangkatan yaitu di Terminal 2 – Gate 4 dan Terminal 3 – Gate 3.

“Di setiap titik terdapat Posko Pengendalian Percepatan Penanganan Covid-19, yang menjadi bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” ucapnya.

Kedua, di posko tersebut calon penumpang harus menunjukkan berkas kelengkapan perjalanan.

Seperti tiket penerbangan, identitas diri, surat keterangan bebas Covid-19, surat keterangan perjalanan, dan berkas lain yang wajib dipenuhi sesuai SE No. 4/2020.

Ketiga, calon penumpang pesawat wajib mengisi kartu kewaspadaan kesehatan (Health Alert Card/HAC) dan formulir penyelidikan epidemiologi yang diberikan personel KKP.

Keempat, jika seluruh berkas lengkap dan HAC serta formulir epidemiologi sudah diisi, selanjutnya calon penumpang menuju ke meja pemeriksaan kedua.

Di meja pemeriksaan tersebut, seluruh berkas di cek ulang begitu juga HAC dan formulir penyelidikan epidemiologi, oleh personel KKP.

Setelah dinyatakan lengkap, calon penumpang akan mendapat surat clearance dari personel KKP.

Kelima, berbekal surat clearance dan seluruh berkas, calon penumpang kemudian menuju konter check-in untuk mendapat boarding pass.

Keenam, setelah dari konter check-in, penumpang kemudian menuju Security Check Point 2.

Di SCP 2 ini, personel Aviation Security akan memeriksa surat clearance yang dipegang calon penumpang pesawat, boarding pass, dan identitad diri.

Kemudian, penumpang kemudian menuju boarding lounge.

“Prosedur ini diterapkan juga di bandara-bandara lain yang dikelola PT Angkasa Pura II, sehingga dipastikan ketentuan dapat terpenuhi,” ujar Muhamad Wasid.

Sebelumnya diberitakan, penerbangan niaga berjadwal rute domestik kembali diperbolehkan beroperasi mengangkut penumpang sejak 7 Mei 2020.

Sejalan dengan dibukanya penerbangan guna mengatasi COVID-19 ini, bandara-bandara PT Angkasa Pura II menetapkan prosedur baru untuk keberangkatan penumpang. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

INDOLINEAR.TV