Angin Topan Mengamuk di India, Tewaskan 60.000 Orang

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 7 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Angin topan dahsyat menyerang Kota Kalkuta di India pada 5 Oktober 1864.

Bencana itu menewaskan sekitar 60.000 penduduk, dan ada tambahan ribuan kematian akibat penyakit yang muncul setelah topan.

Ketika datang, topan itu menaikkan ketinggian air laut dan menyapu semua yang dilewatinya.

Kalktta, daerah di sekitar kota, dan pelabuhan harus dibangun kembali beberapa bulan setelah bencana itu terjadi, dilansir dari Tribunnews.com (05/10/2020).

Bencana sebelumnya

Daerah Benggala sangat berpotensi terserang topan karena posisi geografisnya dan topografinya.

Ada beberapa topan dahsyat yang menyerang daerah itu sebelum bencana 1864 terjadi.

Salah satu yang terparah adalah topan tahun 1737 yang disebut sebagai Topan Sungai Hoogly.

Topan ini terjadi pada pagi hari tanggal 11 Oktober 1737 dan menyerang Delta Sungai Gangga yang berada di selatan Kalkuta.

Topan menyebabkan gelombang badai setinggi 10-30 meter di Sungai Gangga. Curah hujan dilaporkan mencapai 381 mm dalam waktu 6 jam.

Mayoritas bangunan di Kalkuta, yang sebagian besar terbuat dari lumpur dengan atap jerami, hancur.

Selain itu, ada banyak bangunan tembok yang rusak dan tidak dapat diperbaiki.

Menurut catatan East India Company, ada laporan kematian sebanyak 3.000 jiwa di Kalkuta.

Tiga dari empat kapal Belanda juga tenggelam. Topan itu dilaporkan telah merusak 20.000 kapal dari berbagai jenis.

Bengal juga kembali dihantam topan pada tahun 1787, 1789, 1822, 1833, dan 1839.

Kronologi Topan 1864

Menurut catatan pengawas mecusuar di Kakhauli, pada 5 Oktober pukul 03.00 angin tiba-tiba berhenti bertiup dan berlangsung selama 1 jam.

Namun, angin kemudian bertiup kencang dan kadang-kadang disertai hujan lebat.

Pada pukul 10.00 angin kembali berhenti selama 1 jam. Setengah jam kemudian, topan mulai datang.

Awalnya angin bertiup dari timur laut, tetapi kemudian arahnya sedikit berbelok dan mulai bertiup dari timur.

Secara bertahap, angin menjadi sangat kuat dan menyapu semua berada di jalurnya.

Angin kencang berlanjut hingga pukul 15.00. Kemudian, badai yang merusak bertiup dari barat daya selama 1 jam.

Badai ini membawa gelombang laut dan menyapu manusia serta ternak.

Pada pukul 17.00 badai sedikit mereda dan langit menjadi cerah.

Kerusakan

Ketika badai topan datang, penduduk berlindung di dalam rumah mereka.

Namun, secara tiba-tiba atau tanpa peringatan, air laut sampai ke desa.

Pada saat bersamaan ada angin besar yang datang dan menghempaskan semua rumah.

Penduduk tenggelam dan banyak yang tidak bisa menyelamatkan diri.

Pelabuhan Khejuri dan Hijli hancur, mayoritas kapal di sana juga rusak atau hancur.

Ada lebih dari 100 rumah tembok dan puluhan ribu rumah beratap genting dan jerami yang rata dengan tanah.

Total kematian akibat topan ini dilaporkan mencapai 60.000 jiwa.

Kota Kalkutta, area di sekitarnya, dan pelabuhan dibangun kembali beberapa bulan setelahnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: